Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 16 Jul 2026 19:19 WIB ·

Menumbuhkan Budaya Siaga Bencana di momen MPLS di Sekolah Mitra PMI


Menumbuhkan Budaya Siaga Bencana di momen MPLS di Sekolah Mitra PMI Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember , Gemasamudra.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi langkah awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah. Di sejumlah sekolah mitra PMI Kabupaten Jember, momentum ini juga dimanfaatkan untuk menanamkan budaya siaga bencana sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah.

Sejalan dengan implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan, materi kesiapsiagaan dihadirkan melalui berbagai metode pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan. Praktik baik tersebut merupakan bagian dari keberlanjutan penguatan kapasitas yang telah dilakukan melalui Proyek School and Community Resilience (SCR) oleh PMI Kabupaten Jember bersama Japanese Red Cross Society (JRCS).

Klik Gambar

Selama pelaksanaan proyek, guru, Duta Siaga Bencana, dan Palang Merah Remaja (PMR) mendapatkan penguatan kapasitas untuk mendukung terwujudnya Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kini, pengetahuan dan keterampilan tersebut mulai diterapkan secara mandiri oleh sekolah melalui berbagai kegiatan dalam rangkaian MPLS.

Baca Juga :   28 Siswa SMA 1Tanggul ikut Diklatsar Kepalangmerahan yang merupakan program PMI Awal tahun

Setiap sekolah menghadirkan inovasi sesuai karakteristiknya masing-masing, ada yang mengenalkan kesiapsiagaan melalui permainan edukatif yang membuat peserta didik baru belajar sambil bermain, ada pula guru yang memanfaatkan media pembelajaran dan desain visual yang menarik sehingga peserta didik lebih mudah memahami risiko bencana serta langkah-langkah penyelamatan diri.

Di beberapa sekolah, Duta Siaga Bencana turut mengambil peran dengan memperkenalkan budaya siaga yang telah dibangun di lingkungan sekolah. Sebagai sesama peserta didik, mereka menjadi contoh bahwa setiap anak memiliki peran dalam menciptakan sekolah yang lebih aman dan tangguh.

Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh anggota Palang Merah Remaja (PMR), melalui drama pertolongan pertama, mereka memperagakan keterampilan dasar dalam memberikan bantuan awal kepada korban pada situasi darurat. Penampilan tersebut tidak hanya menarik perhatian peserta didik baru, tetapi juga memperkenalkan PMR sebagai wadah untuk belajar kepemimpinan, kepedulian, dan keterampilan kemanusiaan.

Baca Juga :   Melalui Program Mudik-Balik Gratis 2026 Pemkab Jember Fasilitasi 516 Pemudik

Pelaksanaan kegiatan tidak lepas dari peran guru yang terus berinovasi dalam menyampaikan materi kesiapsiagaan. Berbagai metode pembelajaran yang dikembangkan menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan, dekat dengan dunia anak, dan mudah dipahami.

“MPLS merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan budaya siaga kepada peserta didik baru. Kami mengapresiasi komitmen dan kreativitas para guru, Duta Siaga Bencana, serta PMR yang telah mengemas materi kesiapsiagaan menjadi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas yang telah dilakukan melalui Proyek School and Community Resilience (SCR) mulai menjadi bagian dari budaya sekolah. Harapannya, praktik baik ini dapat terus berlanjut sehingga setiap peserta didik baru memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian dalam menghadapi berbagai risiko bencana,” ujar Imam Muslim Al Hariri, Kepala Markas PMI Kabupaten Jember.

Sebanyak 11 sekolah mitra PMI Kabupaten Jember mengimplementasikan materi kesiapsiagaan dalam rangkaian MPLS melalui berbagai pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sekolah. Ke sebelas sekolah tersebut meliputi SDN Puger Wetan 01, SDN Puger Kulon 01, SDN Kepanjen 01, SMPN 1 Puger, SMPN 3 Puger, SMP Ahmad Jani Puger, SMP Darus Solihin, MTs Miftahul Ulum, SMPN 1 Gumukmas, SMKN 4 Jember, dan SMPN 3 Jember.

Baca Juga :   Sibat Puger Kulon Gelar Jalan Sehat dan Lomba Dapur Umum

Pelaksanaan materi kesiapsiagaan dalam MPLS menjadi bukti bahwa upaya membangun budaya siaga di sekolah tidak berhenti pada pelatihan atau pendampingan proyek semata. Lebih dari itu, budaya tersebut mulai tumbuh dan diteruskan oleh sekolah melalui berbagai kegiatan yang melibatkan guru, PMR, Duta Siaga Bencana, serta seluruh warga sekolah.

Diharapkan, praktik baik ini terus berlanjut sehingga setiap peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap siaga dalam menghadapi berbagai risiko bencana.(*)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

PMI Jember terus tingkatkan standar mutu pelayanan darah, Lengkapi laboratorium dengan alat Refrigerated Centrifuge 

16 Juli 2026 - 19:26 WIB

Ratusan Siswa Terdampak Menu Telur Puyuh, Satgas MBG Sidak SPPG Karangsono

16 Juli 2026 - 16:42 WIB

Belasan Warga yang Terdiri dari Murid TK, Siswa SD, Balita Posyandu, dan Wali Murid Dirawat di Klinik dan Puskesmas Usai Santap MBG SPPG 1 Karangsono, diduga Keracunan Makanan 

15 Juli 2026 - 23:50 WIB

Bangun Sinergi untuk Masa Depan, Lapas Jember Gandeng PDP Kahyangan Perkuat Pembinaan dan Ketahanan Pangan

15 Juli 2026 - 20:48 WIB

Diduga Maladministrasi, BTN Jember Akan  dilaporkan ke Polisi Oleh Debitur 

15 Juli 2026 - 20:33 WIB

Wapres Gibran Kunker ke Lampung Timur, Tinjau Infrastruktur Dan Potensi Budaya

15 Juli 2026 - 12:34 WIB

Trending di Berita Nasional