Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 26 Apr 2026 18:15 WIB ·

BPBD Jember Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan dan Karhutla di Musim Kemarau 2026


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Memasuki musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini terhadap dampak cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Kesiapsiagaan tersebut ditandai melalui pelaksanaan Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tingkat Kabupaten Jember yang berlangsung di PPG Sidomulyo, Kecamatan Silo, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, relawan kebencanaan, hingga pelajar, sebagai bagian dari gerakan nasional kesiapsiagaan bencana.

Klik Gambar

Dalam kegiatan tersebut, pembunyian sirine, lonceng, dan kentongan secara serentak pada pukul 10.00 WIB menjadi simbol kesiapan dan peringatan dini bagi masyarakat. Aksi ini sekaligus menjadi sarana edukasi agar masyarakat lebih sigap dalam menghadapi situasi darurat.

Baca Juga :   RPA Lampung Siap Mengawal Implementasi UU TPKS

Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, mengungkapkan bahwa status Siaga Darurat Kekeringan telah ditetapkan berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia menyebutkan bahwa musim kemarau diprediksi mulai berlangsung sejak akhir April dan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

Sebagai langkah konkret, BPBD bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah posko siaga, memperkuat distribusi air bersih, serta meningkatkan pemantauan di wilayah rawan terdampak kekeringan.

Baca Juga :   Tinjau Pasar Murah di Pringsewu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Dikerubungi Emak-Emak

Selain itu, potensi karhutla juga menjadi perhatian serius. BPBD menggandeng Perhutani, BKSDA, dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur untuk memperketat pengawasan di kawasan hutan, terutama di wilayah yang rentan terbakar saat musim kemarau.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat risiko kebakaran yang dapat meluas dengan cepat dalam kondisi cuaca kering.

Baca Juga :   Kebakaran Rumah di Mangli Kaliwates, Satu Rumah Ludes Dilalap Api.

Seluruh elemen penanggulangan bencana di Jember, mulai dari petugas pemadam kebakaran hingga relawan, telah disiagakan guna memastikan respons cepat jika terjadi keadaan darurat.

Tak hanya langkah teknis, pendekatan sosial juga terus digencarkan. Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan dalam menjaga lingkungan serta meminimalkan potensi bencana.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, diharapkan Kabupaten Jember mampu menghadapi musim kemarau dengan lebih siap, sehingga dampak kekeringan dan kebakaran hutan dapat ditekan seminimal mungkin.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Polsek Ajung Monitoring Lahan Jagung Warga, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

13 Juni 2026 - 11:40 WIB

Disertasi Doktoral Gus Fawait Sudah di Implementasikan Teorinya di Kabupaten Jember

13 Juni 2026 - 10:59 WIB

5.000 Perawat Jember Siap Sosialisasi Program Pemkab Jember

11 Juni 2026 - 09:29 WIB

Komisi A DPRD Jember Gelar Hearing Sengketa Lahan di Desa Petung, Sejumlah Kejanggalan Sertifikat Hak Pakai PTPN Terungkap

10 Juni 2026 - 14:47 WIB

Camat Ajung Sosialisasikan Program PETA CINTA, Pengurusan Adminduk Kini Bisa Tuntas di Kecamatan

10 Juni 2026 - 12:37 WIB

Panitia Pilkakon Lugusari Resmi Dilantik, Ketua BHP Tekankan Netralitas dalam Penyelenggaraan Pemilihan

10 Juni 2026 - 12:07 WIB

Trending di Berita Nasional