Menu ✖

Mode Gelap

Berita Nasional · 25 Mar 2026 13:40 WIB ·

Bukan Sekadar Seremonial, Jembatan Emosional Bupati dan Rakyat : Bunga Desaku.


Bukan Sekadar Seremonial, Jembatan Emosional Bupati dan Rakyat : Bunga Desaku. Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember,Gemasamudra.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jember, Gus Mamak, memberikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan). Menurut dia, inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam memangkas jarak antara pemimpin dan rakyatnya.

Gus Mamak menegaskan bahwa nilai utama dari kegiatan ini bukan hanya terletak pada penyerapan aspirasi formal, melainkan pada terciptanya hubungan kebatinan yang kuat.

Klik Gambar

“Komunikasi langsung di lapangan itu membangun silaturahmi yang autentik. Ada ikatan emosional yang tercipta saat bupati hadir di tengah-tengah warga, sesuatu yang tidak bisa didapatkan jika hanya mengandalkan komunikasi searah,” ujar Gus Mamak.

Mengadopsi gaya kepemimpinan blusukan, Gus Mamak menilai seorang kepala daerah memang sudah seharusnya melepaskan kenyamanan di balik meja kerja. Baginya, turun ke akar rumput adalah cara paling akurat untuk memvalidasi data di lapangan.

Baca Juga :   Meriah !!! Karnaval Budaya Dalam Rangka HUT RI ke 80 Oleh Pemdes Wirowongso.

“Bupati tidak boleh hanya menjadi penerima laporan di atas kertas. Dengan berkantor di desa bersama jajaran kepala dinas, bupati bisa melihat fakta riil di masyarakat. Ini adalah langkah preventif agar kebijakan tidak salah sasaran akibat laporan bawahannya yang sekadar Asal Bapak Senang,” tambahnya.

Menjawab kekhawatiran publik terkait potensi beban APBD, Gus Mamak meyakini bahwa setiap agenda Bunga Desaku telah melalui kalkulasi finansial yang matang. Sebaliknya, dia melihat program ini sebagai investasi untuk memetakan kekayaan daerah.

“Justru dengan turun langsung, bupati bisa mengidentifikasi potensi sumber daya alam Jember yang selama ini mungkin belum tergarap. Jadi, tujuannya adalah mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan malah menjebolkan anggaran,” tegasnya.

Baca Juga :   Gus Fawait Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit Untuk Mengantisipasi Perubahan Pola makan saat Lebaran.

Terkait isu krisis energi dan kenaikan BBM, Gus Mamak memberikan catatan bahwa esensi program tetap bisa berjalan melalui langkah-langkah efisiensi. Salah satu contoh nyata yang telah ditunjukkan adalah penggunaan kendaraan operasional secara kolektif.

“Bupati sudah memberikan teladan dengan memangkas jumlah iring-iringan kendaraan. Para kepala OPD dan kabag kini dibawa dalam satu kendaraan besar. Artinya, secara substansi program tetap jalan, namun secara operasional tetap hemat energi dan efisien,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, menegaskan bahwa tidak semua persoalan masyarakat dapat diselesaikan melalui kanal digital. Sebab, masih terdapat kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau oleh teknologi, baik karena keterbatasan akses maupun faktor literasi digital.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa masih ada lansia, masyarakat di wilayah tertentu, serta warga dengan keterbatasan literasi digital yang belum optimal memanfaatkan layanan berbasis online,” tegasnya.

Baca Juga :   YJI Jember Gelar Senam Bersama dan Seni Hadroh di Alun-Alun Nusantara

Dia menekankan bahwa dalam konteks tersebut, kehadiran langsung pemerintah melalui program Bunga Desaku menjadi bentuk nyata keberpihakan kepada seluruh lapisan masyarakat. “Negara tidak boleh hanya menunggu laporan. Negara harus hadir langsung memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan,” lanjutnya.

Menurut dia, model pelayanan seperti ini justru mempercepat penyelesaian persoalan masyarakat tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang.

Pemerintah Kabupaten Jember, lanjutnya, akan terus mengembangkan pendekatan pelayanan yang adaptif dengan mengintegrasikan kanal digital dan kehadiran langsung di lapangan. “Digital tetap berjalan, tetapi kehadiran langsung tidak bisa digantikan. Keduanya harus berjalan bersama agar pelayanan benar-benar menjangkau semua,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Muspika Ajung Beri Surprise Danposramil, Tegaskan Sinergi Jaga Kondusivitas Wilayah

5 Oktober 2026 - 21:36 WIB

DPC Madas Sedarah Gelar Unras sampaikan Aspirasi Dukung Penataan Arus Lalu Lintas dan Pedagang Pasar Tanjung

1 Oktober 2026 - 16:09 WIB

SPPG Tugusari 2 Bagikan 250 Nasi Kuning dari Hasil Penjualan Limbah Dapur

25 September 2026 - 19:15 WIB

Bahas Pendataan dan Sinkronisasi e-RDKK 2027 Gapoktan Panca Jaya Gelar Rakor 

18 September 2026 - 17:04 WIB

Warga Klanceng Hentikan Pembangunan Bronjong di Bantaran Kali Bedadung UIN KHAS Jember, Berujung Kesepakatan

17 September 2026 - 19:31 WIB

PPL Sri Wahyuni dan Kopka Alip Babinsa Pancakarya Dampingi Proyek Oplah

15 September 2026 - 16:30 WIB

Trending di Berita Nasional