Menu

Mode Gelap

Bandar Lampung · 7 Mar 2026 01:48 WIB ·

Segitukah Perduli Wali Kota Bandar Lampung Terhadap Warga Yang Terdampak Bencana Banjir Saat Ini


Segitukah Perduli Wali Kota Bandar Lampung Terhadap Warga Yang Terdampak Bencana Banjir Saat Ini Perbesar

Bandar Lampung – Banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung memunculkan kritik terhadap kepemimpinan Wali Kota Eva Dwiana.

Di tengah bencana tersebut, pemerintah kota menyalurkan bantuan berupa beras 10 kilogram dan uang tunai Rp1 juta kepada warga terdampak.

Meski dinilai membantu secara sementara, langkah itu juga memicu sorotan. Sejumlah pihak menilai bantuan yang dibagikan lebih terkesan sebagai upaya membangun citra di tengah masyarakat, sementara akar persoalan banjir yang kerap terjadi setiap tahun belum benar-benar diselesaikan.

Klik Gambar

Warga menilai penanganan banjir seharusnya tidak berhenti pada bantuan pascabencana.

Baca Juga :   Baru Dibangun, Proyek Jalan Sidoharjo-Podomoro Sudah Amblas

Persoalan utama yang dibutuhkan adalah solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang.

“Kalau setiap banjir hanya dibalas dengan bantuan, kapan masalah banjir ini selesai?” ujar salah seorang warga.

Kritik juga mengarah pada sejumlah program yang belakangan menjadi sorotan, termasuk kegiatan pembagian hadiah umroh gratis kepada masyarakat yang digagas oleh Eva Dwiana.

Program tersebut menuai pro dan kontra karena dinilai tidak sejalan dengan kondisi berbagai persoalan dasar kota yang hingga kini masih belum tertangani secara maksimal.

Baca Juga :   Dugaan Korupsi Berjamaah di DPRD Tuba

Sejumlah kalangan menilai anggaran dan perhatian pemerintah seharusnya lebih difokuskan pada penyelesaian persoalan mendasar seperti banjir, infrastruktur jalan, hingga tata kelola drainase di Bandar Lampung.

Padahal saat mencalonkan diri sebagai wali kota, Eva Dwiana mengusung program prioritas di sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Namun hingga kini, di lapangan masih banyak ruas jalan berlubang dan persoalan drainase yang belum tertangani dengan baik.

Baca Juga :   Kuasa Hukum Al Amin Kraying Mengapesiasi Upaya Hakim Mediator Mendamaikan Antara Kedua Belah Pihak

Tak hanya itu, rencana penanganan banjir yang pernah disampaikan pada awal masa kepemimpinannya,

yakni membelokkan aliran kali untuk mengurangi banjir, juga kembali dipertanyakan efektivitasnya.

Alih-alih terealisasi, kebijakan tersebut justru disebut-sebut untuk membangun citra dan meyakinkan masyarakat.

Situasi ini membuat kritik terhadap kepemimpinan Eva Dwiana kembali menguat.

Sejumlah pihak menilai pemerintah kota seharusnya lebih fokus menuntaskan persoalan mendasar yang dihadapi warga, dibandingkan menghadirkan program yang dinilai lebih bersifat pencitraan.(HT/Am)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

ORADO Tulang Bawang Gelar Rekrutmen Menuju Kejuaraan Nasional

2 Maret 2026 - 23:04 WIB

IWO Bentuk Tim Sosial Kontrol Soal Menu MBG di Keluhkan Warga Tubaba

28 Februari 2026 - 13:58 WIB

Bungkamnya Sang Bupati: Teka-teki “Klangenan Art Studio” dan Nasib Fotografer Lokal Pringsewu

28 Februari 2026 - 09:49 WIB

Ratusan Juta untuk Media, Tapi Siapa yang Nikmati? Diskominfo Pringsewu Bungkam

27 Februari 2026 - 21:57 WIB

Bukan ‘Studi Tiru’ Tapi ‘Studi Tipu’: Sekretaris DPMP Pringsewu Dituntut 3 Tahun Penjara Atas Korupsi Bimtek

27 Februari 2026 - 08:46 WIB

Dugaan Benturan Kepentingan: Studio Foto Milik Bupati Pringsewu Garap Proyek Ijazah, Fotografer Lokal Terpinggirkan

26 Februari 2026 - 20:37 WIB

Trending di Berita Media Global