Menu

Mode Gelap

Berita Media Global · 18 Feb 2026 15:16 WIB ·

Lara Dibawah Pohon Cokelat: Surat Terakhir Sang Penjual Gorengan untuk Buah Hati


Lara Dibawah Pohon Cokelat: Surat Terakhir Sang Penjual Gorengan untuk Buah Hati Perbesar

‎PRINGSEWU – Pagi yang dingin di Pekon Sukoharjo 3 biasanya diawali dengan aroma minyak panas dari wajan Puri Utami (35). Namun, Rabu (18/2/2026), tungku penggorengan tetap dingin. Tak ada lagi keriuhan seorang ibu yang berjuang menyambung hidup demi keluarga. Yang tersisa hanyalah duka pekat yang membuat sebuah pohon cokelat di belakang rumahnya.

Sekitar pukul 05.30 WIB, saat kabut tipis masih menyelimuti tanah Pringsewu, Tugino (67) melangkah ke belakang rumah. Seperti hari-hari biasanya, pria tua itu ingin membersihkan kandang dan membuang sampah. Namun, langkahnya terhenti secara tiba-tiba. Matanya terlihat pada sebuah bayangan yang tergantung kaku di dahan pohon cokelat.

Baca Juga :   Razia Gabungan di Pringsewu Ciduk 13 Orang Pelaku Prostitusi

Dunia seolah runtuh bagi Tugino. Sosok yang ia lihat bukanlah orang asing, melainkan darah dagingnya sendiri. “Saya kaget, tidak menyangka itu anak saya,” ucapnya dengan suara bergetar, masih dalam keadaan terguncang hebat.

Klik Gambar

Puri Utami pergi meninggalkan lebih dari sekedar kenangan. Di tengah olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas polisi menemukan sebuah amplop yang terselip—sebuah “suara terakhir” dari balik kenyamanan.

Di dalam amplop itu, terdapat guratan pena yang menyayat hati. Sebuah permintaan maaf yang tulus kepada sang suami, serta pesan terakhir yang paling dalam bagi seorang ibu: ia menitipkan anak-anaknya agar tetap dijaga ibadahnya. Pesan itu seolah menjadi bukti bahwa di titik terendahnya, kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tidak pernah padam.

Baca Juga :   AKP Rohmadi : Ini Penyebab Kakek 70 Tahun Ditemukan Tewas di Rumahnya

Kapolsek Sukoharjo, AKP Juniko, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Puri diduga kuat menyerah pada tekanan hidup yang selama ini ia pikul sendiri di balik senyumnya saat menjajakan gorengan.

“Dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kita belajar untuk lebih peka. Perhatian sederhana bisa menyelamatkan nyawa,” ujar AKP Juniko dengan nada penuh simpati.

Baca Juga :   12 Tersangka Diamankan Polres Jember Bongkar Jaringan Narkoba

Keluarga kini telah membawa pulang jenazah Puri, menolak autopsi, dan memilih untuk memeluk duka ini sebagai takdir yang pahit. Kini, tak ada lagi suara sutil yang beradu dengan wajan di sudut jalan Sukoharjo, hanya ada doa-doa yang mengalun untuk sang ibu yang telah menuntaskan perjalanannya dengan cara yang paling pilu. (*)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 63 kali

Baca Lainnya

Disindir Soal Meritokrasi, Direktur Perumdam Way Sekampung Balas Sagang: “Jangan Asal Nuduh!”

4 Juli 2026 - 19:41 WIB

Mana Yang lebih diminati : Enam Bulan Karcis Terintegrasi Watu Ulo dan Papuma.

4 Juli 2026 - 19:36 WIB

Sagang Nainggolan Soroti Pengelolaan PDAM Way Sekampung: “Jangan Harap Untung Jika Bukan Meritokrasi”

4 Juli 2026 - 03:27 WIB

PT. Abadi Langgeng Gemilang Perluas Penyimpanan Beras Untuk Dukung Ketahanan pangan 

3 Juli 2026 - 23:22 WIB

Cegah Penyebaran DBD, Pemdes Pancakarya Bersama Puskesmas Ajung Gelar PSN Serentak di Dusun Gumuk Segawe

3 Juli 2026 - 10:48 WIB

Kecamatan Ajung Pecahkan Rekor Kehadiran OSMA, 158 Peserta Hadir dari Target 100 Orang

2 Juli 2026 - 19:32 WIB

Trending di Berita Nasional