Menu

Mode Gelap

Jawa Timur · 16 Feb 2026 19:24 WIB ·

7.445 KK Terdampak di 10 Kecamatan Jember Tegaskan Percepatan Pemulihan.


7.445 KK Terdampak di 10 Kecamatan Jember Tegaskan Percepatan Pemulihan. Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan perkembangan terkini penanganan banjir yang melanda Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam program Jurnal Nusantara yang disiarkan Kompas TV pada Senin pagi (16/2/2026) melalui sambungan daring. Ia memaparkan kondisi terbaru di lapangan, langkah tanggap darurat, hingga upaya pemulihan yang tengah dilakukan pemerintah daerah pasca bencana.

Berdasarkan data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember, tercatat sedikitnya 7.445 kepala keluarga atau sekitar 7.400 lebih warga terdampak banjir yang meluas di 23 desa pada 10 kecamatan. Ratusan warga sempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman, dan satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat arus listrik saat membersihkan rumahnya dari genangan.

Klik Gambar

Sejumlah wilayah yang terdampak banjir di antaranya, Desa Nogosari, Rambipuji, dan Desa Glundengan, Wuluhan. Permukiman warga terendam banjir luapan sungai dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter. Kawasan terdampak berada di sepanjang daerah aliran Sungai Bedadung dan Sungai Dinoyo yang berhulu di kawasan Pegunungan Argopuro, sehingga ketika curah hujan meningkat ekstrem, debit air melonjak dan meluap ke pemukiman.

Baca Juga :   Kepala BKN Apresiasi Pengangkatan P3K Paruh Waktu Jember Terbesar di Indonesia , Mengikuti olah raga Bersama 

Dalam program tersebut, Gus Fawait menjelaskan bahwa status tanggap darurat telah ditetapkan sejak 12 hingga 26 Februari 2026. Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat melakukan langkah-langkah darurat, mulai dari evakuasi warga, pendirian posko, distribusi logistik, hingga koordinasi lintas instansi untuk memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.

“Status tanggap darurat kami tetapkan sejak tanggal 12 hingga 24 Februari. Kami berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat penanganan di lapangan,” tegasnya.

Baca Juga :   Menerima Pengaduan Masyarakat Desa Curahkalong Bangsalsari, Dinsos Jember Lakukan Asesment

Selain penanganan darurat, Pemkab Jember juga mulai mempersiapkan langkah pemulihan dan normalisasi infrastruktur yang terdampak. Beberapa fasilitas umum dan infrastruktur mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir. Perbaikan tanggul, normalisasi aliran sungai, serta perencanaan penguatan sistem drainase menjadi fokus agar bencana serupa tidak berkepanjangan.

Gus Fawait juga menegaskan bahwa kondisi saat ini berangsur membaik. Air telah surut di sebagian besar wilayah, dan warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan serta memulai kembali aktivitas sehari-hari.

“Alhamdulillah, saat ini kondisi relatif normal. Air sudah surut dan warga yang mengungsi sudah kembali. Kami terus mendampingi proses pemulihan agar masyarakat dapat bangkit secepatnya,” ujarnya.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan. Menyikapi hal tersebut, Bupati Jember mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan daerah aliran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu siaga terhadap potensi banjir susulan.

Baca Juga :   Saat Peringatan Hari Koperasi Di Alun Alun Jember Bupati Jember Gus Fawait Membagikan SK Koperasi Merah Putih

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Pemerintah bersama seluruh elemen akan terus siaga. Empati dan gotong royong menjadi kunci agar Jember dapat pulih secara perlahan namun pasti,” tuturnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan penguatan infrastruktur berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen tidak hanya menangani dampak sesaat, tetapi juga membangun sistem yang lebih tangguh demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 32 kali

Baca Lainnya

Kepala Sekolah SMPN 1 Ajung Tegaskan Tak Jual LKS, Koperasi Hanya Fasilitasi Buku Ringkasan Materi Dan Soal Wali Murid Seharga Rp144 Ribu untuk 12 Buku

5 Agustus 2026 - 03:01 WIB

Korwil MGG Jember Soroti Belum Adanya Permintaan Maaf dan Tanggung Jawab SPPG 1 Karangsono kepada Korban Terdampak MBG: “Empati Tidak Bisa Menunggu”

27 Juli 2026 - 12:36 WIB

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Masjid Nurul Falah Pondok Gede Permai Gelar Pawai Obor dan Khotmil Qur’an

17 Juni 2026 - 07:49 WIB

Klarifikasi Terkait Lamanya Proses Pembuatan Akta di Desa Selodakon

16 Juni 2026 - 18:32 WIB

Management Global Group (MGG) Sampaikan Ucapan Selamat atas Dilantiknya Fatmawati, S.E sebagai Wakil Ketua DPRD Jember

10 April 2026 - 17:23 WIB

MGG Beri Dukungan Penuh, Kejurcab Domino ORADO Jember Jadi Momentum Lahirnya Atlet Berprestasi

2 April 2026 - 15:30 WIB

Trending di Jawa Timur