Menu ✖

Mode Gelap

Berita Nasional · 14 Feb 2026 09:03 WIB ·

Refleksi Kepemimpinan dan Tantangan Pemerintahan Daerah : Bedah Buku Babad Alas.


Refleksi Kepemimpinan dan Tantangan Pemerintahan Daerah : Bedah Buku Babad Alas. Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Bupati Jember, Gus Fawait, menghadiri kegiatan bedah buku Babad Alas yang menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto sebagai pembicara utama sekaligus penulis buku. Kegiatan yang digelar di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tersebut menjadi ruang refleksi kepemimpinan daerah, khususnya mengenai dinamika dan kompleksitas yang dihadapi kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan.

Dalam pemaparannya, Bima Arya menuturkan bahwa perjalanan menuju kursi kepemimpinan bukanlah perkara ringan. Ia mengisahkan pengalaman panjang saat mengikuti kontestasi politik di Kota Bogor. Namun, menurutnya, tantangan yang sesungguhnya justru muncul setelah ia terpilih memimpin Kota Bogor.

Klik Gambar

“Beratnya kampanye itu tidak seujung kuku dibandingkan menjalankan pemerintahan. Saat kampanye, lawan terlihat jelas. Tetapi ketika memimpin pemerintahan, tidak selalu jelas siapa kawan dan siapa yang berseberangan,” ungkapnya.

Bima Arya menggambarkan masa awal kepemimpinannya sebagai periode penuh tekanan. Ia mengaku harus berhadapan dengan kepentingan birokrasi, kelompok kepentingan, hingga dinamika sosial yang kerap tidak tercantum dalam teori politik formal. Pengalaman tersebut, menurutnya, mengajarkan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan keberanian, melainkan harus berlandaskan nilai, strategi, serta konsistensi antara pikiran, ucapan, dan tindakan.

Baca Juga :   Kopi spesialti Argopuro Walida asal Kabupaten Situbondo resmi diekspor ke Jeddah, Arab Saudi.

Ia mengibaratkan perjalanannya sebagai representasi tokoh Bima dalam kisah pewayangan yang membuka Alas Amarta. Dari kisah tersebut, Bima Arya menegaskan bahwa keberanian tanpa kebijaksanaan dapat menimbulkan kerusakan baru. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus memahami keseimbangan antara keberanian bertindak dan pertimbangan nilai kemanusiaan serta keberlanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga memaparkan pengaruh pemikiran sejumlah tokoh intelektual terhadap gaya kepemimpinannya, di antaranya Arief Budiman, Soe Hok Gie, serta Nurcholish Madjid. Ia menjelaskan bahwa nilai inklusivitas, keadilan sosial, serta keberpihakan kepada kelompok minoritas menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan publik.

Pengalaman kepemimpinannya diwarnai sejumlah keputusan strategis, seperti sikap terbuka terhadap kritik mahasiswa terkait penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi, penanganan polemik rumah ibadah, hingga kebijakan penataan investasi hiburan yang dinilai tidak selaras dengan karakter daerah. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus berpijak pada nilai moral dan kepentingan masyarakat luas, bukan sekadar kalkulasi politik jangka pendek.

Baca Juga :   Kepala Desa Sukamakmur Kecamatan Ajung Sofyan Hadi Yakub divonis 2 bulan 7 hari.

Menanggapi pemaparan tersebut, Gus Fawait menyampaikan bahwa pengalaman Bima Arya menjadi cermin sekaligus inspirasi bagi kepemimpinannya di Kabupaten Jember. Ia menilai bahwa tantangan pemerintahan yang dihadapi daerah saat ini memiliki kesamaan pola, terutama dalam menghadapi keterbatasan fiskal, tingginya angka kemiskinan, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin meningkat.

Gus Fawait mengungkapkan bahwa saat mulai memimpin Jember, daerah tersebut menghadapi persoalan serius, termasuk angka kemiskinan ekstrem tertinggi di Jawa Timur, tingginya angka stunting, serta persoalan kesehatan ibu dan bayi. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Jember memprioritaskan reformasi pelayanan publik sebagai langkah awal pembangunan.

Salah satu kebijakan strategis yang dilakukan adalah memperluas akses layanan kesehatan melalui optimalisasi program jaminan kesehatan daerah hingga tercapai Universal Health Coverage. Kebijakan tersebut tidak hanya memberikan jaminan pengobatan gratis bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat keberlanjutan operasional fasilitas kesehatan daerah, termasuk peningkatan kinerja layanan di RSUD daerah.

Selain sektor kesehatan, Pemkab Jember juga melakukan reformasi pelayanan administrasi kependudukan dengan mendekatkan layanan kepada masyarakat desa melalui kecamatan. Langkah tersebut diharapkan mampu menghapus hambatan jarak dan waktu yang selama ini menjadi kendala masyarakat dalam mengakses layanan dasar pemerintah.

Baca Juga :   Hina Profesi Jurnalis, Abidin Ayub Dilaporkan ke Polda Lampung

Dalam forum tersebut, Gus Fawait menegaskan pentingnya peran Badan Usaha Milik Daerah sebagai instrumen kemandirian fiskal. Ia menilai bahwa BUMD tidak semata berorientasi pada keuntungan, melainkan menjadi instrumen strategis untuk mengisi sektor ekonomi yang tidak dijangkau swasta.

Gus Fawait juga melaporkan capaian peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jember yang mengalami kenaikan signifikan dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Peningkatan tersebut menjadi indikator awal penguatan kapasitas fiskal daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan bedah buku ini menjadi momentum refleksi bersama antara pengalaman kepemimpinan nasional dan dinamika pemerintahan daerah. Korelasi pengalaman Bima Arya dan perjalanan kepemimpinan Muhammad Fawait menunjukkan bahwa kepemimpinan daerah menuntut keberanian, keteguhan nilai, serta kemampuan merumuskan strategi pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Muspika Ajung Beri Surprise Danposramil, Tegaskan Sinergi Jaga Kondusivitas Wilayah

5 Oktober 2026 - 21:36 WIB

DPC Madas Sedarah Gelar Unras sampaikan Aspirasi Dukung Penataan Arus Lalu Lintas dan Pedagang Pasar Tanjung

1 Oktober 2026 - 16:09 WIB

SPPG Tugusari 2 Bagikan 250 Nasi Kuning dari Hasil Penjualan Limbah Dapur

25 September 2026 - 19:15 WIB

Bahas Pendataan dan Sinkronisasi e-RDKK 2027 Gapoktan Panca Jaya Gelar Rakor 

18 September 2026 - 17:04 WIB

Warga Klanceng Hentikan Pembangunan Bronjong di Bantaran Kali Bedadung UIN KHAS Jember, Berujung Kesepakatan

17 September 2026 - 19:31 WIB

PPL Sri Wahyuni dan Kopka Alip Babinsa Pancakarya Dampingi Proyek Oplah

15 September 2026 - 16:30 WIB

Trending di Berita Nasional