Menu

Mode Gelap

Jawa Timur · 5 Feb 2026 12:12 WIB ·

Guru Mengajar 40 ABK di SDN Ambulu 01 Belum Jelas Statusnya !!! 


oplus_2 Perbesar

oplus_2

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – SDN Ambulu 01 adalah sekolah yang hanya Mengajar Siswa Normal Tetapi Juga menerima siswa Inklusi atau anak Berkebutuhan khusus (ABK), Sekitar 40 siswa hanya di ajar satu orang guru.

“Secara aturan 6 siswa ABK harus di ajar oleh satu orang guru aku Kepsek di SDN Ambulu 01 Siti Yuliana Margareta saat di temui di ruang kerjanya.

Klik Gambar

Mirisnya lagi menurut pengakuan Kepsek perempuan yang mengaku sudah bertugas di SDN 01 Ambulu sejak 2015 tersebut, guru yang mengajar 40 siswa ABK terseebut tidak mendapatkan honor dan status guru pengajar tersebut sampai saat ini guru tersebut belum jelas alias relawan .

Baca Juga :   Tata Tertib Jadi Pegangan Bersama, SDN Suci 02 Tegaskan Disiplin Sejak Dini

Masih Ana ,siswa siswi tersebut menurut pengakuan Ana sapaan akrab Kepsek SDN Ambulu 01 keberadaan siswa ABK di SDN Ambulu 01 sudah sejak 2015,kalau perlu jauh sebelum tahun itu , ungkapnya.

Dikonfirmasi lebih lanjut seputar status 40 siswa inklusi tersebut yang bersangkutan mengatakan bahwa 40 siswa siswi ABK tersebut masuk daftar Dapodik di Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Ana juga menambahkan untuk murid yang ada berasal dari beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Jember

Dari data yang ada di ketahui siswa inklusi adalah anak berkebutuhan khusus (ABK) yang belajar bersama teman sebaya di sekolah reguler/umum, didukung kurikulum dan pengajaran yang disesuaikan (diferensiasi) untuk memenuhi kebutuhan individual mereka.

Baca Juga :   Bansos Alokasi Dana Surplus Tahun 2025 Bumdesma Artha Mas Ajung LKD di Desa Pancakarya.

Di ketahui sistem ini bertujuan memberikan kesempatan belajar yang setara, meningkatkan toleransi, serta memaksimalkan potensi akademis dan sosial tanpa diskriminasi.

Berikut adalah 4 poin penting terkait siswa inklusi:

Jenis Siswa Inklusi 

Mencakup anak dengan autisme (ASD), gangguan pemusatan perhatian (ADHD), gangguan belajar (disleksia/disgrafia), disabilitas intelektual, gangguan emosi, hambatan penglihatan/pendengaran, dan bakat istimewa.

Bentuk Dukungan Pendidikan.

Diperlukan guru pendamping khusus (GPK), kurikulum yang diadaptasi, serta lingkungan fisik yang aksesibel

Baca Juga :   Curhatan Orang tua Atlet yang Ikut Turnamen Antar Pelajar di GOR Ken Arok Malang !!!

Asesmen dan Pendaftaran Calon siswa seringkali melalui asesmen tumbuh kembang atau psikologis untuk menentukan kebutuhan khusus sebelum masuk kelas inklusi.

“Sedangkan manfaat atas kelas inklusi kepada anak didik adalah,  Menumbuhkan empati bagi siswa non-ABK, meningkatkan kepercayaan diri ABK, dan mengurangi sikap diskriminatif”.

Tak hanya itu sekolah inklusi wajib menciptakan lingkungan yang ramah dan suportif, seringkali bekerja sama dengan profesional seperti psikolog atau terapis.

Pemerintah Daerah kabupaten Jember Melalui Dinas Pendidikan Seyogyanya turun ke Lapangan untuk Memastikan Agar Proses Belajar Mengajar di sekolah inklusi ini betul betul sesuai SOP.(**)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 97 kali

Baca Lainnya

Kepala Sekolah SMPN 1 Ajung Tegaskan Tak Jual LKS, Koperasi Hanya Fasilitasi Buku Ringkasan Materi Dan Soal Wali Murid Seharga Rp144 Ribu untuk 12 Buku

5 Agustus 2026 - 03:01 WIB

Korwil MGG Jember Soroti Belum Adanya Permintaan Maaf dan Tanggung Jawab SPPG 1 Karangsono kepada Korban Terdampak MBG: “Empati Tidak Bisa Menunggu”

27 Juli 2026 - 12:36 WIB

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Masjid Nurul Falah Pondok Gede Permai Gelar Pawai Obor dan Khotmil Qur’an

17 Juni 2026 - 07:49 WIB

Klarifikasi Terkait Lamanya Proses Pembuatan Akta di Desa Selodakon

16 Juni 2026 - 18:32 WIB

Management Global Group (MGG) Sampaikan Ucapan Selamat atas Dilantiknya Fatmawati, S.E sebagai Wakil Ketua DPRD Jember

10 April 2026 - 17:23 WIB

MGG Beri Dukungan Penuh, Kejurcab Domino ORADO Jember Jadi Momentum Lahirnya Atlet Berprestasi

2 April 2026 - 15:30 WIB

Trending di Jawa Timur