Korwil Jatim Holiyadi
Jember, Gemasamudra.com – Kabupaten Jember kini memposisikan diri sebagai pusat pergerakan ekonomi di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Hal itu disampaikan Gus Fawait di Gedung Serba Guna Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, Senin (5/1/2026).
Dalam sebuah pertemuan strategis, yakni pengukuhan Iqbal Reza Nugraha sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember yang baru, Gus Fawait, menegaskan bahwa Jember memegang peran krusial sebagai tolok ukur kemajuan bagi kabupaten-kabupaten tetangga.
Meski tidak menampik adanya tantangan angka kemiskinan yang masih cukup tinggi, Gus Fawait melihat hal tersebut sebagai momentum untuk melakukan lompatan besar melalui kebijakan yang terukur.
Gus Fawait mengapresiasi semangat kolektif para kepala daerah di wilayah Tapal Kuda, mulai dari Situbondo, Bondowoso, Lumajang, hingga Banyuwangi, yang terus melakukan terobosan luar biasa. Namun, dia menekankan bahwa Jember memiliki keunggulan strategis yang dapat mempercepat pertumbuhan kawasan tersebut secara keseluruhan.
“Hari ini kami bangga, seluruh Bupati di Tapal Kuda berikhtiar maksimal. Ada Situbondo dengan terobosannya, Bondowoso yang masif, hingga Banyuwangi yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Kami di Jember sedang berikhtiar menyinergikan kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang untuk menjadi motor penggerak utama,” ujar Gus Fawait.
Salah satu strategi utama yang diusung adalah menghidupkan kembali peran Bandara Jember. Gus Fawait memproyeksikan bandara ini sebagai pintu masuk dunia menuju pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur bagian timur.
Rencana besar telah disiapkan untuk menghubungkan Jember langsung dengan dua kutub ekonomi utama, yakni Jakarta dan Bali.
“Target kami di tahun 2027, Bandara Jember akan dilakukan pelebaran dan perpanjangan landasan. Ini sangat penting agar pesawat berbadan lebar bisa masuk, sehingga kolaborasi ekonomi dengan Banyuwangi dan Situbondo bisa berjalan lebih cepat,” tambahnya.
Gus Fawait juga menyoroti pentingnya peran Bank Indonesia dalam mengawal sektor moneter di wilayah Tapal Kuda. Dia berharap, sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan pengawasan dari BI Jember dapat terus menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan optimisme tinggi, Gus Fawait meyakini bahwa citra Tapal Kuda yang dulu sering dianggap tertinggal akan segera berubah menjadi salah satu wilayah paling membanggakan di Jawa Timur, bahkan di tingkat nasional.
“Insya Allah, ke depan Tapal Kuda akan menjadi kebanggaan kita semua. Dengan dukungan semua pihak, kita akan membuktikan bahwa wilayah ini mampu melompat lebih jauh,” pungkasnya.(**)






