Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 1 Des 2025 08:20 WIB ·

Saluran Drainase untuk 200 Hektare Sawah di Ajung Diduga Ditutup Tanpa Pemberitahuan, Petani Protes


Saluran Drainase untuk 200 Hektare Sawah di Ajung Diduga Ditutup Tanpa Pemberitahuan, Petani Protes Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Para petani di Desa Ajung menyampaikan kegelisahan mereka setelah mengetahui adanya penutupan saluran drainase yang selama ini menjadi sumber pengairan utama bagi ratusan hektare sawah. Penutupan ini disebut terjadi tanpa pemberitahuan apa pun kepada warga maupun kelompok tani.

Menurut penjelasan di lapangan, saluran yang berasal dari Waduk Limbong Sari Kecamatan Ajung tersebut mengalir melalui wilayah Dusun Kiidul Besuk, Ajung Kulon, hingga ke area persawahan Desa Pancakarya. Namun, kini jalur air itu ditutup dan di atasnya mulai berdiri bangunan yang diduga dibangun di atas lahan yang sudah dicoupling.

Klik Gambar

“Sebelumnya saluran ini hidup, menjadi pengairan untuk sawah petani. Tapi tiba-tiba ditutup, tanpa ada pemberitahuan. Sekarang salurannya mati,” ujar Ishak Setiawan, Sekretaris HIPPA Sari Murni Desa Ajung, saat ditemui di lokasi.

Baca Juga :   Bimtek Penguatan Kapasitas PKD dalam Pengawasan Tahapan Pemutakhiran data Pemilih, Pemilihan Serentak Tahun 2024.

Ishak menjelaskan bahwa saluran tersebut memiliki fungsi vital bagi keberlanjutan pertanian di wilayah Ajung. Jika dibiarkan tertutup, dampaknya tidak hanya pada gagal panen, tetapi juga ancaman banjir ke permukiman sekitar.

“Air sangat dibutuhkan petani. Kalau salurannya ditutup, sangat-sangat merugikan bagi kami. Ini saluran untuk mengairi bukan hanya 1–2 hektare, bahkan bisa mencapai 200 hektare. Kalau ditutup, habis sekali. Belum lagi risiko banjir ke permukiman karena aliran air tidak bisa tertampung,” tegasnya.

Baca Juga :   Keluarga Besar DPC AJOI Kota Metro Turut Berduka Cita Atas Meninggal nya Bang Alba mantan ketua PWI Tubaba Dan Kabiro Gema Samudra

Terkait status kepemilikan lahan lokasi berdirinya bangunan, warga menyebut bahwa dulu lahan tersebut merupakan milik seseorang bernama Sumar. Namun kondisi saat ini dinilai sudah tidak jelas karena beberapa bidang telah dicoupling.

Warga dan pengurus HIPPA berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera turun tangan, meninjau lokasi, dan memberikan solusi agar aliran air kembali berfungsi untuk kebutuhan pertanian.(**)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 309 kali

Baca Lainnya

Diktuba TNI AD Gel.II Tahun 2026 di Secaba Jember Resmi di Buka Danrindam V/Brw.

18 April 2026 - 20:31 WIB

Persatuan Insinyur Indonesia Cabang Jember Melaksanakan Halal Bihalal Di RM Lestari.

17 April 2026 - 19:15 WIB

Memperingati HUT ke 80 Kartika Chandra Kirana Lakukan Penanaman Pohon dan Senam Bersama di Yonarmed 8/UY Ambulu. 

16 April 2026 - 16:22 WIB

Desa Bagon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember Mengadakan Musdes tentang pembentukan panitia penjaringan BPD.

16 April 2026 - 12:17 WIB

Sinergi Polres dan PSHT Jember Perkuat Kamtibmas Lewat Silaturahmi Syawal

15 April 2026 - 20:37 WIB

Endhika Dwi Kadariyanto,S.Pd Terpilih Aklamasi Pimpin Pramuka Kalisat. 

15 April 2026 - 20:25 WIB

Trending di Berita Nasional