Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 2 Jun 2026 11:52 WIB ·

Ketua DPD Projo Jatim Sebut Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Ekonomi Desa


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Ketua DPD Projo Jawa Timur, H. Muhamad Sholeh, menegaskan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih merupakan “rumah besar” bagi masyarakat desa dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan petani maupun nelayan.

Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti kegiatan talk show di sejumlah DPC Projo se-Jawa Timur pada Senin (1/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa program pembentukan Kopdes Merah Putih bertujuan membangun lembaga ekonomi lokal yang mampu memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil, sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi antara desa dan kota.

Klik Gambar

Menurutnya, Kopdes Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto dirancang sebagai pusat layanan terpadu di desa. Program tersebut meliputi penyediaan sembako murah untuk menekan inflasi pangan, layanan klinik dan apotek desa, cold storage hasil pertanian dan perikanan, hingga layanan logistik desa guna mendukung distribusi produk lokal.

Baca Juga :   Perketat Pengawasan MBG, Bupati Jember Gus Fawait Bentuk Satgas Khusus Pantau SPPG

“Kopdes Merah Putih merupakan wadah alternatif bagi petani dan nelayan. Saat panen raya, petani tidak perlu buru-buru menjual hasil panennya dengan harga murah karena bisa disimpan terlebih dahulu di koperasi,” ujar Sholeh saat diwawancarai wartawan.

Ia mencontohkan, koperasi nantinya dapat menyediakan gudang penyimpanan gabah, mesin penggilingan padi, mesin pengering, hingga fasilitas pendingin untuk cabai agar kualitas hasil panen tetap terjaga dan harga jual lebih stabil.

Baca Juga :   Mahfud MD Tak Khawatir Gibran Jadi Cawapres Prabowo

Selain itu, ia juga berharap pemerintah dapat memanfaatkan gudang kosong maupun lahan milik negara yang tidak terpakai untuk mendukung kebutuhan penyimpanan hasil pertanian masyarakat desa.

“Kalau ada gudang kosong atau tanah negara yang menganggur, sebaiknya bisa dimanfaatkan koperasi untuk menyimpan hasil panen petani agar mereka tidak panik saat panen melimpah,” tambahnya.

Sholeh menilai, meskipun modal awal koperasi tidak terlalu besar, dampak yang dirasakan masyarakat akan sangat signifikan apabila fasilitas pendukung seperti cold storage kecil, mesin pengering, dan mesin giling tersedia di desa.

Baca Juga :   Kadus Bayangan di Pekon Giritunggal: Menghilang 4 Bulan, Muncul Saat Terima Uang Insentif

Ia juga mendorong agar koperasi desa diberikan kepercayaan lebih besar dalam rantai distribusi pangan dan program pemerintah, termasuk penyediaan kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun kebutuhan rumah sakit.

“Kalau masyarakat dan pemerintah memberi kepercayaan, minimal 30 persen kebutuhan belanja diambil dari koperasi lokal, maka koperasi akan hidup dan petani bisa semakin makmur,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Korwil Jatim Gemasamudra.com Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa

1 Juni 2026 - 10:54 WIB

ULD Jember Matangkan Persiapan 20 Atlet Unggulan : Sambut Forprov III Jatim.

31 Mei 2026 - 08:51 WIB

Musdes Penetapan Panitia Pemilhan BPD Desa Pancakarya Tahun 2026 Telah Dilaksanakan

31 Mei 2026 - 08:37 WIB

Musdes Desa Silo Sepakati Dukungan Pembangunan Yon TP, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu Hoaks Tambang Emas

28 Mei 2026 - 23:13 WIB

Dalam Rangka Hari Raya idul Adha : PTPN I Regional 5 Kebun Ajung Gayasan melaksanakan penyembelihan hewan kurban 

28 Mei 2026 - 11:33 WIB

Ada Apa ?? Puluhan Warga Silo Hadir ke Kodim 0824 Jember

27 Mei 2026 - 20:31 WIB

Trending di Berita Nasional