Menu

Mode Gelap

Berita Terkini · 4 Mar 2021 22:54 WIB ·

Warga Resah Keberadaan Penggilingan Gabah PT.Putra Mandiri Mencemari Pemukiman


Warga Resah Keberadaan Penggilingan Gabah PT.Putra Mandiri Mencemari Pemukiman Perbesar

Gemtasamudra.com

Pringsewu (GS) Keberadaan pabrik penggilingan padi milik PT. Putra Mandiri yang beroperasi di tengah-tengah lingkungan pemukiman, dikeluhkan warga.

Warga Pekon Margodadi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu mengeluh, karena keberadaan pabrik tersebut dinilai mencemari lingkungan dan pemukiman mereka.

“Debu dari pabrik itu berterbangan siang dan malam, sehingga mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan kami,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (4/3/2021).

Klik Gambar

Pabrik penggilingan padi milik PT Putra Mandiri yang dimiliki oleh Hendri tersebut berada 1,5 kilometer dari pemukiman warga.

“Dulu sebelum rumah saya di plavon, saya menyapu 4-5 kali dalam sehari, itu debu-debu dari pabrik kan pada masuk kedalam rumah. Selain itu juga pakaian yang pada dijemur itu kotor semua kena debu-debu dari pabrik,” keluhnya.

Baca Juga :   Brigjen Pol. Drs. Agus Andrianto SH Resmi Menjabat Kapolda Baru Di Sumut

Tak hanya itu, pada saat musim kemarau, angin kencang yang mengarah ke pemukiman tersebut membawa debu-debu bertebaran.

“Saya ini kan punya usaha konfeksi ya, otomatis baju dan kain yang saya jemur pada kotor semua akibat debu-debu dan juga kulit padinya pada menempel dan menyebabkan gatal-gatal di kulit,” beber dia.

Seorang warga lainnya bahkan harus membawa anaknya berobat ke dokter karena menderita gatal-gatal akibat debu padi dari pabrik penggilingan.

Baca Juga :   Gubernur Arinal Minta Prioritaskan Kesejahteraan dan Penanggulangan Kemiskinan di Raker Dana Desa 2020

“Sempat anak saya juga menderita gatal-gatal sampai harus berobat ke dokter.

Karena itu, warga sempat menegur pemilik pabrik tersebut namun tak mendapatkan tanggapan apapun.

“Kami berharap agar pihak terkait segera mencari solusi terbaik agar pencemaran dampak dari debu-debu pabrik dari hasil pembakaran bungkil padi tersebut tidak lagi mencemari lingkungan pemukiman warga karna itu sangat-sangat mengganggu sekali di lingkungan kami,” ucap dia.

Terpisah, pemilik pabrik PT. Putra Mandiri berkilah bahwa penggilingan padi miliknya dikeluhkan warga.

“Gak ada yang nyampein, bahkan sampai saat ini blum ada warga yang mengeluhkan dampak pencemaran dari produksi pabrik saya, toh walau pun ada pasti kami akan mencarikan solusi yang terbaik, silahkan boleh ditanya saja sama warga yang ada di lingkungan saya, ini yang kerja sama saya ini dari lingkungan saya semua coba silakan tanya saja sama mereka,” kilah Hendri.

Baca Juga :   AJO Indonesia Cabang Lamtim Hadiri Pengukuhan IWO

Sebab, menurutnya, sejauh ini aman-aman saja dalam perizinan dari Dinas LH Provinsi.

“Kemarin saya perpanjang izin dari dinas lingkungan bahkan juga dilakukan tes langsung dari Dinas LH Provinsi Lampung dan juga dikawal sama Taufik perwakilan DLH Kabupaten Pringsewu,” pungkasnya.(Tim)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Kejari Sukadana Geledah DLH Lamtim Amankan Dokumen Proyek Jalan Rabat Beton

23 Juni 2026 - 22:33 WIB

Saka Anti Narkoba Lampung Timur Dilantik, Jadi Rintisan Pertama di Provinsi Lampung

23 Juni 2026 - 20:01 WIB

Bupati Ela: Jangan Buang Sampah Sembarangan, Lampung Timur Harus Jadi Contoh

23 Juni 2026 - 18:49 WIB

Antusias Warga Dan Pemkab Lamtim Nobar “Bola Gembira” Piala Dunia 2026 Bersama TVRI Nasional

21 Juni 2026 - 01:07 WIB

Diduga Potong Dana PIP Siswa hingga Rp1,1 Juta, Yayasan SMK MTS Annazar Tanggamus Akui Ada Pemotongan

20 Juni 2026 - 17:30 WIB

BLT Dana Desa Disalurkan Langsung ke Rumah Warga

19 Juni 2026 - 13:08 WIB

Trending di Lampung