Tubaba:Ditengah gencar-gencarnya kepala dinas pendidikan provinsi lampung dan Gubernur Lampung dalam melakukan Tata kelola dunia pendidikan untuk jauh lebih baik lagi, namun sayang hal tersebut diduga tercoreng oleh dugaan Mark-up dana bos tahun 2024 – 2025 SMA Negri 1 Tumijajar kabupaten tulang bawang barat (Tubaba ).
dimana hasil penelusuran awak media terdapat aitem dengan nominal cukup besar,serta anggaran dalam suatu kegiatan yang setiap tahun selalu sama.
diman tahap 1 sampai tahap 2 nilai nya cukup besar.
Adapun beberapa aitem tersebut :
-Pada tahun 2024 kegiatan pengembangan perpustakaan Rp.120.000.000.,
-Pada tahun 2024 kegiatan pembelajaran & ekstrakurikuler dalam satu tahun Rp.110.740.000.,
-Pada tahun 2024 kegiatan pemeliharaan sarana & prasarana sekolah dalam satu tahun Rp.104.267.000.,
-Pada tahun 2024 kegiatan penyedia alat multi media pembelajaran Rp.128.000.000.,
-Tahun 2025 kegiatan pengembangan perpustakaan Rp.160.000.000.,
-Tahun 2025 kegiatan pemeliharaan sarana & prasarana dalam satu tahun Rp.195.700.000.,
-Tahun 2025 kegiatan pembelajaran & ekstrakurikuler dalam satu Rp.9.870.000.,
-Tahun 2025 kegiatan penyedia alat multi media pembelajaran dalam satu Rp.80.280.000.,
melihat dari hal tersebut kuat dugaan oknum kepala sekolah (kepsek ) SMA Negri 1 Tumijajar sengaja melakukan mark-up dimana dengan cara selalu melakukan penganggaran setiap tahun berulang-ulang dengan aitem atau kegiatan yang tergolong sama.
saat awak media mencoba melakukan konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp dengan nomor 08134371xxxx nomor tersebut tidak aktif dan tidak merespon awak media sama sekali.
hingga berita ini di terbitkan awak media masih terus mencoba untuk melakukan konfirmasi kepada Kepsek sma negri 1 Tumijajar (Mohd.najamuddin),serta awak media melakukan koordinasi dan meminta tanggapan terkait hal Dugaan Sma Negri 1 Tumijajar kepada Kepala Dinas pendidikan provinsi lampung & Kepala Inspektorat provinsi lampung .(Am)






