Menu

Mode Gelap

Berita Terkini · 29 Agu 2024 22:20 WIB ·

Viral!! SMSI Lamtim Kecam Keras Perilaku Bendahara SDN1 Selo Rejo Terhadap Pimred Detikkini.id


Viral!! SMSI Lamtim Kecam Keras Perilaku Bendahara SDN1 Selo Rejo Terhadap Pimred Detikkini.id Perbesar

Lampung Timur-gemasamudra- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lamtim mengecam keras atas tindakan perilaku seorang bendahara SDN 1 Selorejo Kecamatan Batanghari Lampung Timur, yang berkata kasar saat mau dikonfirmasi Wartawan, Kamis (29/08/2024)

Selain berkata kasar kepada Wartawan juga menghalangi tugas jurnalistik saat mau wawancara terkait pembayaran tenaga honorer harus menunjukkan SPT. Padahal sang Wartawan tersebut berusaha menjelaskan maksud dan tujuannya serta menunjukkan KTA Persnya.

Akan tetap masih bersikukuh harus menunjukkan SPT dan malahan berkata kasar sambil melarang mengambil vidio maupun gambar di ruangan sekolah sambil ngotot kepada Wartawan.

Klik Gambar

Ketua SMSI Lampung Timur Eko Wahyuntoro yang didampingi Sekretarisnya Rizky Wahyu Setiawan mengatakan, kami mengecam keras perilaku tindakan bendahara SDN 1 Selorejo yang tidak mencerminkan bernaung di pendidikan.

Berharap kepala Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kabupaten Lampung Timur agar memberikan tindakan tegas terhadap oknum bendahara Sekolah Dasar Negri (SDN) 1 Selorejo yang berkata kasar terhadap Wartawan saat mau di wawancara, “Kata Eko.

Baca Juga :   Bertemu Menteri Suharso, Pengusaha Properti Tanah Air Siap Bantu Pemerintah Membangun IKN

Eko menjelaskan, awalnya rekan kami Arliyan Athnar F, yang merupakan Pemimpin Redaksi detikkini.id sekaligus bendahara SMSI Kabupaten Lampung Timur hendak mengkonfirmasi terkait pembayaran tenaga honorer yang belum memiliki NUPTK di SDN 1 Selorejo kepada kepala sekolah dan bendaharanya.

“Saat Arliyan menanyakan terkait pembayaran honor, oknum bendahara SDN 1 Selorejo justru enggan mau menjawab pertanyaan tersebut, malah berbicara dengan nada yang tinggi serta mempertanyakan SPT dari Wartawan, ” Terangnya.

Eko menerangkan, padahal sudah jelas ditunjukkan KTA Pers dan Sertifikasi Kompetensi UKW oleh Arliyan, tapi seakan- akan oknum bendahara SDN 1 Selorejo tidak mau terima itu semua dan mengancam akan menuntut rekan kami saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Saat berbicara tinggi bendahara SDN 1 Selorejo tersebut sempat menyebutkan ini anggaran rumah tangga sekolah kami, jadi yang berhak tahu hanya Inspektorat dan Dinas Pendidikan, “Papar Eko menirukan di vidio saat mau wawancara.

Baca Juga :   Gunakan Dana Desa, Pekon Rejosari Rehab Kantor Pekon

“Seharusnya sebagai bendahara SDN di sekolah, dan guru pengajar pendidikan paham dengan etika tugas fungsi jurnalistik sebagai sosial kontrol.

Eko berharap kepada kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Timur Marsan agar memberikan sangsi tegas kepada oknum bendahara sekolah yang berkata tinggi tersebut,” Tegasnya.

Sementara Sekretaris SMSI Lampung Timur Rizki Wahyu Setiawan, SH mengungkapkan, sebagai seorang guru atau bendahara SD Negri seharusnya tidak berperilaku seperti yang ada dalam video.

“Sebagai tenaga pendidik tidak sopan apabila menerima tamu dengan nada tinggi sehingga memancing perdebatan dengan nada tinggi,” Kata Rizki.

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengatur hak dan kebebasan pers, etika jurnalistik, kewajiban media, hak jawab, dan sanksi hukum untuk pelanggaran pers.

Baca Juga :   Jubir Covid Pringsewu: Tenda Darurat untuk Jaga-jaga Saja Jika Terjadi Overload Pasien

UU Pers dikeluarkan dengan semangat perubahan dari masa Orde Baru yang mengekang menuju masa demokratis yang mendukung kebebasan pers.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) mengatur hak setiap orang untuk mendapatkan informasi publik.

Dalam UU ini menyatakan bahwa informasi adalah kebutuhan dasar bagi setiap orang untuk mengembangkan diri dan lingkungan sosialnya, serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional.

UU KIP mengatur bahwa setiap informasi publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap pengguna informasi publik. Informasi publik yang dikecualikan bersifat ketat dan terbatas.

Pemohon informasi publik harus dapat memperoleh informasi dengan cepat, tepat waktu, biaya ringan, dan cara sederhana.

UU KIP juga mengatur peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik. (SMSI)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 41 kali

Baca Lainnya

Pemkab Lamtim Dan Bapanas Salurkan Bantuan Pangan Bergizi di Sukadana

16 Juli 2026 - 20:05 WIB

Lampung Timur Siap Jadi Pusat Hilirisasi Singkong Nasional, Didukung Kemenperin

16 Juli 2026 - 20:00 WIB

Ketua Umum SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa di Lampung, Perkuat Sinergi Kawal Tata Kelola Pemerintahan Sampai ke Desa

16 Juli 2026 - 19:52 WIB

Wapres Gibran Kunker ke Lampung Timur, Tinjau Infrastruktur Dan Potensi Budaya

15 Juli 2026 - 12:34 WIB

Bupati Ela Tinjau Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Di Muara Gading Mas, Dorong Akses Wisata Dan Ekonomi Pesisir

10 Juli 2026 - 17:10 WIB

Ketua IWO Pringsewu Kecam Dugaan Intimidasi terhadap Jurnalis: Ancaman Tak Boleh Bungkam Pers

9 Juli 2026 - 21:39 WIB

Trending di Berita Terkini