Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 3 Nov 2025 14:10 WIB ·

Tiga Wartawan Jember Somasi Guru MTsN 1, Protes Dugaan Pelecehan Profesi di Media Sosial


Tiga Wartawan Jember Somasi Guru MTsN 1, Protes Dugaan Pelecehan Profesi di Media Sosial Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com — Tiga wartawan asal Kabupaten Jember masing-masing Evelyne (enewsindo.co.id), Ali Mahrus (Kuasa Rakyat), dan Holiyadi (Gemasamudra.com) melalui kuasa hukumnya, Ihya Ulumiddin, SH, melayangkan surat somasi kepada dua guru yang diduga mengajar di MTs Negeri 1 Jember. Langkah hukum itu ditempuh menyusul munculnya komentar di media sosial yang dinilai mencederai martabat profesi wartawan.

Surat somasi tertanggal 30 Oktober 2025 itu ditujukan kepada Kepala MTsN 1 Jember, Wakil Kepala Urusan Humas Abdul Barri, serta dua akun media sosial bernama Ella Yaumil Affian (Afi) dan Muhammad Tantowi, yang disebut sebagai guru sekaligus unsur pimpinan di lembaga pendidikan tersebut.

Klik Gambar

Menurut Ihya Ulumiddin—yang akrab disapa Udik—peristiwa bermula saat ketiga wartawan menjalankan tugas jurnalistik di MTsN 1 Jember pada Senin (27/10/2025). Mereka datang untuk meminta konfirmasi terkait dugaan kasus perundungan antar siswa yang tengah ditangani Unit PPA Polres Jember.

Baca Juga :   Anggota KPPS 35 Pancakarya datang ke Mapolres Jember Melaporkan Salah Satu Caleg Partai Nasdem

Namun, situasi peliputan berubah tegang ketika Waka Humas sekolah, Abdul Barri, menyambut mereka dengan ucapan yang dianggap merendahkan profesi wartawan:

“Maaf, tidak ada amplopnya, hanya buku tamu.”

Evelyne sempat menegaskan bahwa kehadiran mereka murni untuk peliputan, bukan untuk kepentingan pribadi. Meski wawancara tetap dilakukan, suasana menjadi kurang kondusif.

Tidak lama setelah berita tayang di media masing-masing, muncul komentar di Facebook dari akun Ella Yaumil Affian (Afi) yang menyebut “wartawan bodrex” dan menuding adanya tindakan pemerasan dalam peliputan tersebut. Komentar itu kemudian disusul tanggapan dari akun Muhammad Tantowi yang menulis, “Spill dong wartawannya.”

Baca Juga :   Aksi Unjuk Rasa FSPMI Direspon Pihak Management PT Indomarco

Bagi ketiga jurnalis, komentar tersebut bukan sekadar candaan, melainkan bentuk penghinaan terhadap profesi yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Ini bukan soal pribadi, tapi soal kehormatan profesi. Ucapan seperti itu bisa menimbulkan stigma negatif terhadap jurnalis di mata masyarakat,” ujar Udik saat dikonfirmasi, Senin (3/11/2025).

Melalui somasinya, Udik meminta agar pihak-pihak yang disebut, termasuk dua akun media sosial dan pejabat sekolah, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dalam waktu tiga hari. Jika tidak, pihaknya siap menempuh jalur hukum baik pidana maupun perdata.

Baca Juga :   Pemkab Jember Evaluasi Pembangunan Perumahan Rawan Banjir, BPBD Gerak Cepat Tangani Banjir

“Kami berharap ini jadi pembelajaran agar semua pihak bijak dalam bermedia sosial. Wartawan bekerja berdasarkan undang-undang dan etika profesi. Menghina profesi wartawan berarti melecehkan kerja jurnalistik yang berpihak pada kebenaran,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 104 kali

Baca Lainnya

Segera di Realisasikan : Gus Fawait Pastikan Pencairan Beasiswa Pemkab Jember 2026.

27 Maret 2026 - 16:35 WIB

Gus Fawait Optimistis Angka Kemiskinan Jember Turun Drastis, Kabupaten terendah Bantuan Pangan Se Jatim.

27 Maret 2026 - 16:30 WIB

Program Bunga Desaku Selaras dengan Visi Presiden Prabowo Menurut Ketua Komisi C Ardi Pujo Prabowo. 

26 Maret 2026 - 11:38 WIB

Ribuan Dokumen Adminduk dalam Serangkaian Program Bunga Desaku diterbitkan Pemkab Jember di Delapan Kecamatan.

26 Maret 2026 - 11:29 WIB

Sebagai Langkah Antisipatif Efisiensi Energi Nasional, Pemkab Jember siapkan Skema WFH.

26 Maret 2026 - 05:28 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Nilai Idul Fitri, Pemkab Jember Gelar Kupatan 

26 Maret 2026 - 05:24 WIB

Trending di Berita Nasional