Korwil Jatim Holiyadi
Jatim, Gemasamudra.com – Di lereng Gunung Arjuno, hamparan hijau Kebun Teh Wonosari membentang sejauh mata memandang. Di tengah lanskap itulah Tea House Wonosari berdiri, menjadi ruang singgah sekaligus tujuan bagi wisatawan yang ingin menikmati teh langsung dari sumbernya.
Udara sejuk khas pegunungan menyelimuti kawasan Wisata Kebun Teh Wonosari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dari teras Tea House, pengunjung dapat menyeruput teh sambil memandang barisan tanaman teh yang tertata rapi, berpadu dengan kabut tipis yang kerap turun menjelang siang.
Suasana ini menjadikan Tea House Wonosari lebih dari sekadar tempat minum teh, ia menawarkan pengalaman.
Tea House yang dikelola PTPN I Regional 5 ini menyajikan berbagai varian teh hasil olahan kebun setempat. Black tea, green tea, hingga white tea menjadi menu unggulan yang paling banyak diminati wisatawan.
Selain teh, tersedia pula kopi serta beragam hidangan yang dirancang untuk menemani waktu bersantai.
Bagi sebagian pengunjung, Tea House menjadi tempat melepas lelah setelah menyusuri kebun atau mengikuti tur pabrik pengolahan teh. Di sinilah, pengalaman wisata alam berpadu dengan wisata rasa.
“Tea House ini merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh Wisata Agro Wonosari untuk memberikan sarana kuliner bagi para tamu,” kata Asisten Agro Wisata Kebun Teh Wonosari, Rosalia Sandra Jullien.
Menurut dia, beragam minuman dan makanan khas Wonosari disiapkan agar wisatawan dapat menikmati kekhasan daerah sekaligus hasil kebun teh setempat. Rosalia menyebutkan, varian teh menjadi menu favorit pengunjung. “Kami menyediakan black tea, white tea, dan green tea yang paling diminati,” ujarnya.
Namun Tea House tidak hanya menyuguhkan minuman. Berbagai pilihan makanan juga tersedia, mulai dari nasi goreng, rawon, soto daging, gado-gado, hingga bakso. Sementara untuk camilan, pengunjung dapat memilih kentang goreng, tahu bakso, hingga aneka kudapan lainnya. Es teler dan es krim menjadi penutup yang kerap direkomendasikan, terutama saat cuaca cerah.
Keberadaan Tea House melengkapi konsep agrowisata Kebun Teh Wonosari yang dirancang sebagai destinasi wisata terpadu. Tak hanya menawarkan panorama kebun teh dan udara pegunungan, kawasan ini juga menyediakan berbagai wahana rekreasi dan edukasi.
Wisatawan dapat menjajal jeep mini, mobil klasik, kereta kelinci, hingga kereta kencana. Bagi pencinta tantangan, tersedia wahana extreme adventure jeep yang membawa pengunjung menyusuri jalur menuju Bukit Kunir. Di sisi lain, fasilitas kolam renang dan penginapan melengkapi pengalaman berwisata keluarga.
Aspek edukasi menjadi bagian penting dari Wisata Agro Wonosari. Pengunjung diajak mengenal proses budidaya tanaman teh hingga pengolahannya di pabrik. “Kami juga menyediakan wisata edukasi agar tamu bisa belajar mengenai budidaya dan pengolahan teh,” ujar Rosalia.
Tak hanya menyasar wisatawan umum, pengelola juga menyiapkan paket pertemuan dan gathering bagi korporasi maupun instansi, lengkap dengan aktivitas outbound dan piknik. Konsep ini menjadikan Wisata Agro Wonosari sebagai one stop destination yang menggabungkan wisata alam, kuliner, edukasi, dan rekreasi dalam satu kawasan.
Bagi Rosalia, Tea House Wonosari menjadi pintu masuk untuk mengenalkan keseluruhan pengalaman tersebut. “Kami mengajak masyarakat, khususnya di Jawa Timur dan Malang Raya, untuk datang dan menghabiskan waktu liburan di Wisata Agro Wonosari,” katanya.
Di tengah hiruk-pikuk destinasi wisata modern, Tea House Wonosari menawarkan jeda secangkir teh hangat, udara pegunungan, dan hamparan hijau kebun teh yang mengajak siapa pun untuk sejenak melambat.(**)






