Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 16 Mei 2025 12:36 WIB ·

Suami Guru SD di Pringsewu Tunjuk Kuasa Hukum, Soroti Kejanggalan Dugaan Selingkuh Oknum ASN


Suami Guru SD di Pringsewu Tunjuk Kuasa Hukum, Soroti Kejanggalan Dugaan Selingkuh Oknum ASN Perbesar

Pringsewu – Kasus dugaan perselingkuhan antara pejabat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lampung Tengah berinisial AS dengan seorang guru SD berinisial MD terus bergulir. Terbaru, suami MD, yang berinisial DR, secara resmi menunjuk tim kuasa hukum untuk mendampingi proses hukum.

DR yang saat ini bekerja sebagai awak pelayaran di Freeport District, Negara Bahamas, telah memberikan kuasa kepada Kantor Advokat dan Penasehat Hukum Nurul Hidayah, SH, MH, CPM & Rekan, yang terdiri dari Dr. (Cand) Nurul Hidayah, SH, MH, CPM, Indra Hadi Wardoyo, SH, dan Marojahan Hutabarat, SH, MH.

Baca Juga :   Bupati Tuba, Launching  Bantuan Langsung Masyarakat, Tahun 2021.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa malam, 13 Mei 2025, di RT 004 / LK 002, Kelurahan Pajaresuk, Kecamatan Pringsewu, menjadi sorotan warga setelah AS diduga kedapatan berada di rumah MD dalam kondisi yang memicu kecurigaan.

Klik Gambar

Kuasa hukum DR, Nurul Hidayah, menilai peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sebagai kesalahpahaman biasa. Ia menyoroti sejumlah kejanggalan yang menurutnya tidak masuk akal jika dikatakan hanya kunjungan biasa.

“Kalau memang hanya bertamu, tentu diterima di ruang tamu, bukan dengan lampu padam dan pintu terkunci. Itu bukan bentuk silaturahmi biasa,” kata Nurul kepada detikSumatera, Jumat (16/5/2025).

Baca Juga :   Haru, Pemkab Pringsewu Gelar Pelepasan Pj Bupati Marindo Kurniawan

Selain itu, Nurul juga mengungkapkan adanya informasi penting yang ia peroleh, terkait dugaan transfer uang sebesar Rp20 juta dari AS kepada salah satu warga setelah kejadian.

“Kalau memang tidak ada apa-apa, kenapa harus transfer uang? Saya ditunjukkan bukti pengembalian uang itu oleh Lurah. Menurut saya, AS takut masalah ini melebar,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta agar tidak dilakukan mediasi informal atau rembug pekon sebelum DR kembali ke tanah air pada 19 Mei 2025.

“Kami ingin proses hukum berjalan secara objektif. Jangan ada pertemuan sepihak yang justru bisa mengaburkan fakta,” ujarnya.

Baca Juga :   Jelang Pelantikan oleh Presiden, Bupati dan Wabup Pringsewu Terpilih Ikuti Gladi

Sementara itu, Lurah Pajaresuk, Mukhairoh, saat dikonfirmasi memberikan penjelasan singkat terkait situasi di malam kejadian. Ia menyatakan peristiwa tersebut dipicu oleh informasi dari warga mengenai keberadaan tamu yang dinilai melewati batas waktu.

“Mohon maaf. Menurut informasi masih dari masyarakat, ada tamu yang melebihi batas waktu, membuat kesalahpahaman warga Fajar Esuk. Dan saat itu saya tidak mengetahui secara pasti karena saya tidak ada di tempat. Terima kasih,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, baik pihak AS maupun MD belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. ( * )

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 427 kali

Baca Lainnya

Mengabdi Tanpa Pamrih, Mega saputra Bertekad Wujudkan Perubahan Nyata untuk kesejahteraan masyarakat

27 Juli 2026 - 19:49 WIB

PMI Jember dan Palang Merah Jepang Pasang Jalur Evakuasi, Kesiapsiagaan Tsunami 

27 Juli 2026 - 13:30 WIB

Korwil MGG Jember Soroti Belum Adanya Permintaan Maaf dan Tanggung Jawab SPPG 1 Karangsono kepada Korban Terdampak MBG: “Empati Tidak Bisa Menunggu”

27 Juli 2026 - 12:36 WIB

Pelapor Datangi Inspektorat Jember Dugaan Maladministrasi Desa Rowoindah

27 Juli 2026 - 12:31 WIB

YJI Jember Gelar Senam Bersama dan Seni Hadroh di Alun-Alun Nusantara

27 Juli 2026 - 08:07 WIB

Tim Kesehatan PMI Bersinergi dengan Dinkes Jember Layani Pengunjung Selama Tiga Hari

26 Juli 2026 - 09:26 WIB

Trending di Berita Nasional