Lampung Tengah – Camat Terusan Nunyai, Andri Yulizar, S.E., M.M., mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, bergerak cepat merespons keluhan seorang warga lanjut usia di Kampung Gunung Batin Udik yang sebelumnya ramai diperbincangkan karena diduga tidak pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Setelah mendatangi langsung kediaman Paiman (81) pada Minggu (19/7/2026), fakta di lapangan menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.
Berdasarkan penjelasan dari Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kampung Gunung Batin Udik, Ayu, Paiman sebelumnya tercatat sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan menerima bantuan secara rutin.
Namun, bantuan tersebut terhenti pada akhir tahun 2023 ketika pemerintah melakukan pembaruan dan integrasi data penerima bantuan sosial. Saat proses validasi berlangsung, nama Paiman secara otomatis tidak lagi masuk dalam daftar penerima karena Nomor Induk Kependudukan (NIK)-nya belum terintegrasi dengan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).
“Bukan tidak pernah mendapatkan bantuan, tetapi bantuannya terputus karena pada tahun 2023 ada peralihan data. Saat dilakukan validasi, ternyata KTP Bapak Paiman masih menggunakan KTP lama dan belum E-KTP,” jelas Ayu kepada wartawan.
Keterangan tersebut juga dibenarkan langsung oleh Paiman.
“KTP saya memang masih KTP yang lama,” ujar Paiman.
Mendengar penjelasan tersebut, Camat Terusan Nunyai Andri Yulizar langsung mengambil langkah cepat dengan memfasilitasi proses perekaman E-KTP tanpa harus membawa Paiman ke kantor pelayanan.
Mengingat kondisi Paiman yang sudah lanjut usia dan mengalami kelumpuhan, perekaman akan dilakukan langsung di kediamannya.
“Besok akan saya bawakan alat rekaman ke sini ya, Pak. Biar Bapak bisa rekaman untuk pembuatan E-KTP yang baru,” ujar Andri Yulizar saat berdialog dengan Paiman.
Menurut Andri, administrasi kependudukan yang lengkap merupakan syarat penting agar masyarakat dapat kembali terdata dalam berbagai program bantuan pemerintah. Karena itu, pemerintah kecamatan akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar proses tersebut dapat segera diselesaikan.
Tidak hanya fokus pada persoalan administrasi, Andri juga mengajak jajaran Kecamatan Terusan Nunyai, pemerintah kampung, serta masyarakat sekitar untuk bergotong royong membersihkan dan merapikan rumah Paiman yang dinilai membutuhkan perhatian.
Kepedulian tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Salah seorang warga setempat, Sarman, menjelaskan bahwa Paiman kini hidup seorang diri sejak istrinya meninggal dunia sekitar tahun 2018.
“Pak Paiman memang tinggal sendirian karena istrinya sudah meninggal dunia. Anak-anaknya tidak tinggal di sini,” kata Sarman.
Meski demikian, Sarman mengungkapkan bahwa anak-anak Paiman sebenarnya pernah mengajaknya tinggal bersama.
“Dulu anak-anaknya sudah pernah mengajak beliau tinggal bersama mereka, tetapi Pak Paiman yang memilih tetap tinggal di rumah ini,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kampung Gunung Batin Udik, Istiyahadi, bersama perangkat kampung juga menyerahkan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sehari-hari Paiman.
Istiyahadi turut mengajak aparatur kampung, kepala dusun, ketua RT, dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan kerja bakti membersihkan serta memperbaiki kondisi rumah Paiman agar menjadi lebih layak huni.
“Besok kita bersama-sama membantu membersihkan dan merapikan rumah Pak Paiman,” ajaknya kepada para perangkat kampung dan warga.(Skj)






