Menu

Mode Gelap

Berita Terkini · 15 Okt 2023 17:57 WIB ·

Peserta Lomba Layang-layang di Pemangku Sidomakur Menunjukkan Semangat Tinggi dalam Mempertahankan Tradisi


Peserta Lomba Layang-layang di Pemangku Sidomakur Menunjukkan Semangat Tinggi dalam Mempertahankan Tradisi Perbesar

“Tetaplah melestarikan tradisi, jangan sampai punah karena tergerus zaman.” – Pebri, peserta lomba layang-layang di Pemangku Sidomakur, Lampung Barat.

PEKON SUKANANTI, LAMPUNG BARAT – “Kami bangga menjadi bagian dari lomba layang-layang ini dan mempertahankan tradisi yang sudah ada sejak lama,” kata Eli Riswanto, Ketua Panitia Lomba Layang-layang, saat diwawancarai oleh Gesa, Minggu (15/10/2023).

Sebanyak 200 peserta meramaikan lomba layang-layang di Pemangku Sidomakur. Mereka menampilkan berbagai bentuk dan variasi layang-layang yang mengagumkan, termasuk peserta dari kecamatan-kecamatan di Lampung Barat yang ikut memeriahkan acara ini.

Klik Gambar

Lomba layang-layang ini merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan oleh pemuda pemangku Sidomakur. Eli berharap lomba ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dengan peserta lainnya.

Baca Juga :   Silaturrahmi BAZNAS Lampung Barat Memperkuat Sinergi dengan Polres

“Kami membuka kesempatan bagi siapa saja untuk ikut serta dalam lomba layang-layang ini, tidak hanya dari pemangku Sidomakur, tetapi juga dari kecamatan-kecamatan lain seperti Air Hitam, Gedung Surian, Kebun Tebu, Sumber Jaya, Way Tenong, dan Kecamatan Sekincau,” jelas Eli.

Setiap peserta diberikan waktu maksimal lima menit untuk menerbangkan layang-layang mereka. Hanya satu kesempatan yang diberikan untuk menerbangkan layang-layang, dan peserta harus memastikan layang-layangnya dapat bertahan di udara selama minimal lima menit dan berhasil ditangkap oleh joki.

Baca Juga :   Jalan Lintas Sumatera Berlobang, Keluhkan Masyarakat di Pekon Suka Nanti

“Jika layang-layang tidak naik atau putus, peserta akan didiskualifikasi,” tegas Eli.

Eli berharap melalui lomba ini, tradisi bermain layang-layang tetap bisa terjaga dan menjadi hiburan yang diminati oleh masyarakat, meskipun pada era modern seperti saat ini.

Salah satu tokoh masyarakat, Joko, melihat potensi lomba layang-layang ini sebagai daya tarik wisata. “Lapangan di SDN Sidomakur sangat luas sehingga peserta lomba layang-layang dapat menikmati perlombaan dengan kemampuan masing-masing. Hal ini bisa menarik wisatawan dari luar daerah untuk menonton pertunjukan yang menarik ini,” ucap Joko.

Baca Juga :   Dampak Harga Sayuran Turun, Petani di Pekon Hanakau Beralih Tanaman Porang

Pebri, salah satu peserta, telah mempersiapkan layang-layangnya selama tiga hari sebelum lomba. “Saya buat sendiri dari bambu, pakai pelastik mulsa, lem, dan tali rafia. Emang suka layangan dari dulu. Harapan saya, bisa melestarikan tradisi. Jangan sampai punah karena tergerus zaman,” papar Pebri.

Dengan semangat tinggi dari para peserta, lomba layang-layang di Pemangku Sidomakur sukses menjadi ajang yang mempertahankan tradisi dan mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Harapan dari kegiatan ini adalah agar tradisi bermain layang-layang tetap terjaga dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Lampung Barat.(Kodri)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Sinergitas, Dinas Perindag Lamtim Support Penuh SMSI

29 April 2026 - 22:09 WIB

Kodim 0429/Lamtim Terima Kunker Danrem 043/Gatam

27 April 2026 - 19:09 WIB

HUT ke-27 Lampung Timur Catat Perputaran Ekonomi Rp10,55 Miliar Dari Festival UMKM

25 April 2026 - 17:06 WIB

Konser Denny Caknan Meriahkan HUT ke-27 Kabupaten Lampung Timur Ribuan Warga Padati Lapangan Sribawono

25 April 2026 - 14:55 WIB

Pelepasan Siswa SMA Taruna Gajah Mada Metro Angkatan ke-29

25 April 2026 - 11:32 WIB

Sampah Jadi Energi, Lamtim Mulai Bangun TPST Berbasis Refuse Derived Fuel

24 April 2026 - 16:34 WIB

Trending di Berita Terkini