Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 26 Mar 2026 05:24 WIB ·

Perkuat Silaturahmi dan Nilai Idul Fitri, Pemkab Jember Gelar Kupatan 


Perkuat Silaturahmi dan Nilai Idul Fitri, Pemkab Jember Gelar Kupatan  Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar kegiatan kupatan bersama masyarakat di Pendopo Wahyawibawagraha pada Rabu (25/3/2025) sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, dengan menegaskan pentingnya menjaga tradisi sekaligus memperkuat nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Gus Fawait mengungkapkan bahwa pelaksanaan kupatan tahun ini menjadi pilihan utama pemerintah daerah dalam merayakan Idul Fitri, seiring dengan tidak diselenggarakannya kegiatan open house. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan pemerintah pusat.

Klik Gambar

“Kami tidak mengadakan open house tahun ini karena mengikuti anjuran dari pemerintah pusat. Namun hal ini tidak mengurangi makna Idul Fitri, justru kita kuatkan melalui tradisi kupatan yang lebih membumi dan penuh makna,” ujarnya.

Baca Juga :   Gus Fawait Ajak Masyarakat Jember Bersatu Beri Dukung Keenan Tembus Top 13 Indonesian Idol.

Ia menegaskan bahwa ibadah puasa Ramadan yang telah dijalani selama 30 hari merupakan sarana penyucian diri dari dosa kepada Allah SWT. Namun demikian, hubungan antarsesama manusia harus disempurnakan melalui saling memaafkan, yang menjadi inti dari tradisi kupatan dan silaturahmi.

“Puasa Ramadan menghapus dosa kepada Allah, tetapi dosa kepada sesama hanya bisa diselesaikan dengan saling memaafkan. Tradisi kupatan inilah yang menjadi ruang untuk itu,” jelasnya.

Baca Juga :   Karnaval SCTV 2025 di Jember, Ratusan Pelajar Gaungkan “Jember Zero Bullying”

Lebih lanjut, Gus Fawait menyoroti bahwa tradisi kupatan merupakan warisan ulama Nusantara yang memiliki nilai luhur dalam membangun harmoni sosial. Tradisi seperti halal bihalal, silaturahmi, hingga budaya “ngelencer” menjadi kekayaan khas Indonesia yang tidak banyak ditemukan di negara lain.

Menurutnya, menjaga tradisi tersebut bukan hanya soal budaya, tetapi juga bagian dari upaya mempererat persaudaraan dan merawat nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Idul Fitri sebagai waktu terbaik untuk saling mendoakan. Ia berharap doa-doa yang dipanjatkan dalam kondisi hati yang bersih dapat membawa kebaikan bagi bangsa dan daerah.

Baca Juga :   Pencairan Honor Guru Ngaji di Desa Pancakarya, 100 Penerima Cair Rp1,5 Juta

Kegiatan kupatan ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi dan leluhur. Melalui kebersamaan dan doa yang dipanjatkan, masyarakat diajak untuk mengenang serta mendoakan para pendahulu agar mendapatkan ampunan dan keberkahan.

“Dengan menjaga tradisi ini, kita tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga mengingat jasa para leluhur serta memohonkan doa terbaik untuk mereka,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, dan gotong royong dapat terus tumbuh, sejalan dengan semangat Idul Fitri sebagai momentum kembali kepada kesucian.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Sebagai Langkah Antisipatif Efisiensi Energi Nasional, Pemkab Jember siapkan Skema WFH.

26 Maret 2026 - 05:28 WIB

Program Bunga Desaku Diakui Mampu Memberikan Dampak Psikologis dan Administratif yang Luar Biasa bagi Masyarakat

26 Maret 2026 - 05:17 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Jembatan Emosional Bupati dan Rakyat : Bunga Desaku.

25 Maret 2026 - 13:40 WIB

Arak-Arakan Pegon Jadi Daya Tarik Wisatawan pada Libur Lebaran di Watu Ulo dan Papuma

24 Maret 2026 - 19:57 WIB

Pada Lebaran 2026, Pemkab Jember Siapkan Pengamanan Ketat dan Perbaikan Fasilitas.

24 Maret 2026 - 13:38 WIB

Gus Fawait Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit Untuk Mengantisipasi Perubahan Pola makan saat Lebaran.

23 Maret 2026 - 17:06 WIB

Trending di Berita Nasional