Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 11 Agu 2026 08:12 WIB ·

Pembangunan Desa Tersendat, Apdesi-PKDI Jember Desak Pemkab Beri Kepastian Anggaran


Pembangunan Desa Tersendat, Apdesi-PKDI Jember Desak Pemkab Beri Kepastian Anggaran Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Ratusan kepala desa di Kabupaten Jember menyuarakan keresahan terkait tersendatnya pembangunan infrastruktur desa akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) dan Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) bersama pimpinan serta anggota DPRD Kabupaten Jember, Senin (10/8/2026).

Klik Gambar

RDP yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Jember itu dihadiri Ratusan peserta. Pertemuan dipimpin Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, S.Sos., didampingi Wakil Ketua DPRD Fuad Akhsan, Ketua Komisi A Budi Wicaksono, serta sejumlah anggota DPRD Jember.

Dari unsur pemerintah desa hadir Ketua Apdesi Jember yang juga Kepala Desa Sidomulyo, Kamiludin, S.Kep., Ners., Ketua DPC PKDI Jember sekaligus Kepala Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Meseran, serta sejumlah kepala desa dari berbagai wilayah Jember.

Dalam forum tersebut, pemerintah desa meminta adanya kepastian pembangunan di tengah keterbatasan fiskal. Mereka menilai efisiensi anggaran berdampak langsung terhadap kemampuan desa dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dan pelayanan masyarakat.

Baca Juga :   Desa Wonojati Ketempatan Kunker Bupati Jember Gus Fawait, Tinjau perbaikan jalan dan irigasi.

Kepala Desa Jadi Ujung Tombak Keluhan Masyarakat

Ketua Apdesi Jember Kamiludin mengatakan, pemerintah desa saat ini menghadapi kondisi yang cukup sulit karena banyak pembangunan tidak dapat dilaksanakan seperti sebelumnya.

Menurutnya, kepala desa menjadi pihak yang paling sering berhadapan langsung dengan masyarakat ketika pembangunan yang dibutuhkan belum terealisasi.

“Pemerintah desa praktis tidak bisa membangun infrastruktur seperti sebelumnya. Ketika ada pembangunan infrastruktur yang tidak berjalan, sasaran masyarakat adalah kami,” kata Kamiludin.

Ia juga menyoroti kondisi sejumlah jalan desa yang membutuhkan penanganan pemerintah daerah. Jika tidak segera dilakukan intervensi, kerusakan infrastruktur dikhawatirkan semakin meluas.

Karena itu, Apdesi meminta Bupati Jember dan DPRD mengambil langkah konkret agar pembangunan desa tetap berjalan.

“Kami mendesak Bupati dan DPRD Jember untuk turun tangan. Kami tidak mau tahu sumber pembiayaannya dari mana, yang penting pembangunan infrastruktur desa wajib berjalan,” tegasnya.

Untuk tahun 2027, Apdesi juga berharap terdapat dukungan anggaran yang lebih kuat bagi pemerintah desa. Salah satu usulan yang disampaikan yakni alokasi sekitar Rp1 miliar untuk setiap desa. Ae

Baca Juga :   DPC GRIB Jaya Sidoarjo dan Alumni IKA BEM Nusantara Perkuat Kolaborasi

Ketua DPC PKDI Jember Meseran menegaskan, kondisi pembangunan desa saat ini sudah membutuhkan perhatian serius.

Menurutnya, sejumlah usulan pembangunan telah disampaikan berulang kali, namun belum mendapatkan kepastian mengenai waktu maupun pelaksanaannya.

“Banyak kebutuhan pembangunan yang belum selesai. Ada yang sudah lama disampaikan, ada yang berulang kali diusulkan, tetapi belum juga mendapatkan kepastian,” ujar Meseran.

Ia menyebut persoalan jalan rusak, penerangan jalan hingga jembatan yang membutuhkan penanganan menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat yang harus segera direspons.

“Kalau pembangunan di desa terus tertunda, yang paling merasakan adalah masyarakat,” katanya.

PKDI dan Apdesi kemudian menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemkab Jember. Di antaranya meminta Bupati turun langsung mempercepat pembangunan desa, menetapkan skala prioritas dengan melibatkan pemerintah desa, serta memberikan kepastian mengenai program, waktu pelaksanaan dan mekanisme penyelesaiannya.

Pemerintah daerah juga didorong memaksimalkan anggaran yang tersedia sekaligus mencari sumber pembiayaan lain yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :   Guru SMA di Pringsewu Ikuti Sosialisasi Stop Violence Againts Women and Human Trafficking

“Kalau masih ada jalan yang sah, tempuh. Kalau ada pilihan yang bisa dipertanggungjawabkan, kaji. Yang kami minta sederhana: pemerintah jangan berhenti mencari solusi ketika kebutuhan masyarakat sudah mendesak,” tegas Meseran.

Lima Aspirasi Pemerintah Desa

Dalam RDP tersebut, Apdesi dan PKDI menyampaikan lima poin utama aspirasi.

Pertama, meminta pembangunan infrastruktur serta penerangan jalan dilakukan secara merata di 226 desa di Kabupaten Jember.

Kedua, pemerintah desa meminta adanya bantuan keuangan desa atau skema sejenis untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.

Ketiga, mereka meminta alokasi dana desa dan dana bagi hasil tetap dijaga untuk menjamin keberlangsungan pemerintahan desa dan, jika memungkinkan, ditingkatkan.

Keempat, pemerintah desa meminta kepastian realisasi ambulans desa berikut dukungan anggarannya.

Kelima, program strategis Pemkab Jember seperti Home Care dan ketahanan pangan diharapkan melibatkan pemerintah desa secara aktif karena pemerintah desa dinilai menjadi ujung tombak pelaksanaan program di masyarakat.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Somasi UD Sruni Jaya Beton, Ahmad Fauzi: Kami Beri Waktu Satu Hari untuk Pelunasan

10 September 2026 - 07:55 WIB

Domino Naik Kelas! Kodim 0824 Jember Siapkan Turnamen Nasional Serentak Sambut HUT TNI ke-81

8 September 2026 - 19:31 WIB

Sponsorship Dukung Sukseskan Jambore Ranting Bangsalsari 

7 September 2026 - 22:57 WIB

PMR Madya SMPN 4 Jember Sukses Himpun Donasi Rp1.022.500 untuk Korban Gempa NTT 

31 Agustus 2026 - 18:57 WIB

BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026, Konsisten jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan 

31 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Polsek Ajung Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Lomba Agustusan Jember, WARTA RAKYAT.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Polsek Ajung menggelar berbagai kegiatan lomba Agustusan yang diikuti keluarga besar Polsek Ajung. Kegiatan tersebut mengusung semangat “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” serta menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Polsek Ajung. Lomba dilaksanakan di Latar Ijo pada Selasa, 25 Agustus 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Seluruh keluarga besar Polsek Ajung diharapkan hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mengenakan dress code merah putih. Beragam perlombaan disiapkan untuk memeriahkan suasana, di antaranya estafet kardus, lomba makan kerupuk untuk anak-anak dan orang tua, serta lomba kempit balon. Tidak hanya menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat rasa kebersamaan, kekompakan, dan semangat nasionalisme keluarga besar Polsek Ajung. Dengan semangat kemerdekaan, seluruh peserta diajak untuk menyatukan langkah, mempererat kebersamaan, dan merayakan kemerdekaan melalui kegiatan yang penuh keceriaan. Kegiatan lomba Agustusan tersebut berlangsung dalam suasana meriah dan penuh keakraban sebagai bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

27 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Trending di Berita Nasional