Menu

Mode Gelap

Berita Terkini · 14 Jul 2018 08:09 WIB ·

Nenek Moyang Penduduk di Asia Tenggara Terungkap Saat Tes DNA


Nenek Moyang Penduduk di Asia Tenggara Terungkap Saat Tes DNA Perbesar

Gema Samudra, Pengetahuan & wawasan, Internasional

Pengetahuan & wawasan | Studi baru oleh tim peneliti internasional berikan wawasan baru atas neenk moyang penduduk di Asia Tenggara

Asia Tenggara adalah wilayah yang memiliki sejumlah sejarah dan teori yang berkaitan dengan asal-usul penduduknya. Negara-negara seperti Indonesia, Singapura, Myanmar, Vietnam, Thailand, Filipina dianggap sebagai wilayah yang paling beragam secara genetik di dunia.

Klik Gambar

Namun, setelah melalui kontroversi selama seratus tahun. Sekarang, tim ilmuwan yang terdiri dari 66 penulis di universitas di Eropa, Asia, Jepang, dan Amerika Serikat, telah menemukan jejak asal-usul manusia berdasarkan DNA kerangka berusia ribuan tahun. Mereka menganalisis sampel DNA purba, para ilmuwan sekarang memiliki sedikit kejelasan tentang bagaimana manusia purba pertama kali tiba di Asia Tenggara.

Selama beberapa dekade, para ilmuwan tidak sepakat tentang bagaimana Asia Tenggara dihuni pertama kali. Sejumlah peneliti percaya bahwa kelompok pribumi pemburu-pengumpul yang disebut Hòabìnhian mengembangkan praktik pertanian sendiri, sekitar 44.000 tahun yang lalu. Peneliti lain berpendapat bahwa para pemburu-pengumpul digantikan oleh petani padi yang bermigrasi dari tempat yang kini dikenal sebagai negara Tiongkok.

Baca Juga :   Dikliem Milik PT.Pertamina (Persero), Pemkab Tanggamus Dirikan Puskesmas Pasar Simpang

“Penelitian kami membentang dari Hòabìnhian ke Zaman Besi dan menemukan bahwa populasi Asia Tenggara saat ini memperoleh keturunan dari setidaknya empat populasi purba,” kata peneliti genetika kuno Fernando Racimo dari University of Copenhagen di Denmark yang terlibat dalam studi yang berjalan selama dua setengah tahun tersebut.

“Ini adalah model yang jauh lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya,” jelasnya. Beberapa sampel yang digunakan dalam penelitian berasal dari The Duckworth Collection, University of Cambridge, merupakan salah satu repositori terbesar dari sisa-sisa manusia.

Analisis dari 26 sampel DNA purba yang dikumpulkan dari sisa-sisa manusia di Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Indonesia, Laos, dan Jepang, menunjukkan kedua teori yang sebelumnya dipertentangkan adalah keliru.

Tidak seperti penelitian perunutan DNA sebelumnya yang dilakukan di daerah tersebut–yang menganalisis fosil manusia dari masa lalu hingga 4.000 tahun yang lalu–penelitian baru ini berhasil diperoleh dari sampel DNA yang dua kali lebih tua (8.000 tahun). Tengkorak dari seorang Hoabinhian dari situs arkeologi Gua Cha, Semenanjung Malaysia. Tengkorak dari seorang Hoabinhian dari situs arkeologi Gua Cha, Semenanjung Malaysia.

Baca Juga :   Remaja 15 Tahun Diperkosa Massal

Hasil survei genetik, yang diterbitkan dalam jurnal Science, menunjukkan bahwa ada hubungan antara orang-orang Hòabìnhian dan orang-orang Jomon dari prasejarah Jepang– yang berasal dari periode antara 14.000-300 SM. Secara total, dari 26 urutan genom manusia purba yang dipelajari, 25 dari Asia Tenggara, satu dari Jepang, kemudian dibandingkan dengan DNA orang yang saat ini tinggal di Asia Tenggara.

“Kami berusaha keras untuk mengambil DNA purba dari Asia Tenggara tropis yang dapat memberi cahaya baru pada bidang genetika manusia yang kaya ini,” kata Eske Willerslev, pemimpin studi dari University of Cambridge. Hal tersebut diungkapkan karena mengingat kondisi cuaca di daerah tropis membuat pelestarian DNA sangat sulit, maka dibutuhkan keterampilan yang maksimal dari para ahli genetika yang mencoba mengekstraksi sampel DNA tulang purba.

Berujung pada sejarah rumit perpaduan antara kelompok Asia Timur yang berbeda dari manusia modern awal. Peneliti menemukan bahwa Manusia Tianyuan sangat erat hubungannya dengan penduduk modern di wilayah yang termasuk Tiongkok, Jepang dan Korea, serta Asia Tenggara dan Australasia. Namun, Manusia Tianyuan bukanlah leluhur dari populasi tersebut. “Baik pemburu-pengumpul Hòabìnhian dan petani Asia Timur berkontribusi pada keragaman Asia Tenggara saat ini, dengan migrasi lebih lanjut yang mempengaruhi pulau-pulau di Asia Tenggara dan Vietnam. Hasil kami membantu menyelesaikan salah satu kontroversi lama di prasejarah Asia Tenggara.”

Baca Juga :   Sebanyak 116 Pengawas TPS Kecamatan Pringsewu Dilantik

Orang-orang Asia Tenggara adalah hasil dari proses yang kompleks, dengan sebanyak empat populasi purba yang berbeda berkontribusi pada sejarah genetik di kawasan ini. Para ilmuwan berharap untuk dapat terus mengungkap misteri sejarah genetik Asia Tenggara seiring lebih banyak sampel DNA ditemukan dari sisa-sisa manusia purba. Sebelumnya sebuah studi terpisah yang dipimpin oleh para peneliti dari Harvard University, yang juga diterbitkan di jurnal Science, turut menggunakan analisis DNA untuk mengonfirmasi bagaimana sejumlah gelombang migrasi besar mempengaruhi susunan genetik orang di Asia Tenggara selama 50.000 tahun terakhir.

Sumber : Artikel Asli/sdr

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Proyek Jalan di Tanjung Kusuma Tanpa Rambu, Pengendara: Kaget Ada Lobang Dalam di Tengah Jalan

19 September 2026 - 12:59 WIB

Paripurna DPRD Raperda Perubahan APBD 2026 Disepakati, Bupati Lamtim: Anggaran Harus Beri Manfaat Nyata

18 September 2026 - 16:04 WIB

Semarak HUT ke-81 PMI Lamtim di Taman Purbakala, Azwar Hadi: Peduli, Bergerak, Bersama

17 September 2026 - 21:18 WIB

SMSI Lamtim Siap Dukung Publikasi Kegiatan Rutan Kelas IIB Sukadana

17 September 2026 - 07:33 WIB

Program Kemandirian Rutan Sukadana Dipantau Kanwil, Tanam Jagung Dan Sayuran Oleh WBP

17 September 2026 - 06:48 WIB

Tim Sepakbola Porprov Pringsewu Jalani Uji Coba Hadapi EPA Bhayangkara Presisi Lampung FC

16 September 2026 - 20:25 WIB

Trending di Berita Terkini