Menu ✖

Mode Gelap

Berita Terkini · 3 Nov 2020 16:49 WIB ·

Kasatreskrim Polres Pringsewu Peringatkan Kakon Jangan Main-main Sama Dana Desa


Kasatreskrim Polres Pringsewu Peringatkan Kakon Jangan Main-main Sama Dana Desa Perbesar

Gemasamudra.com

Pringsewu – (GS) – “Dulu saya sudah sampaikan kepada para kepala pekon, jangan main-main sama dana desa (DD),” demikian dikatakan oleh Kasatreskrim Pringsewu AKP Sahril Paison saat di wawancarai terkait penangkapan seorang oknum kakon yang melakukan korupsi DD, Selasa (2/11/2020).

Menurut Sahril, setelah berhasil menjebloskan Bace Subarnas (57) oknum Kakon Kutawaringin, Kecamatan Adiluwih, ke dalam sel, ada beberapa pekon yang masuk bidikan Satreskrim Polres Pringsewu.

“Iya ada itu, tapi nanti lah kalau sudah terbukti di penyeledikan baru kami beri tahu,” tambahnya.

Klik Gambar

Diketahui, Satreskrim Polres Pringsewu sudah melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi yang dilakukan oleh BS sejak dari bulan Januari 2020.

Baca Juga :   LSM Infosos Indonesia Perwakilan Lampung Timur Minta Kejari Periksa Dugaan Pelaku Korupsi Dana Desa Yang Telah Dilaporkan

BS melakukan tindak pidana korupsi dan menimbulkan kerugian negara dari DD tahun anggaran 2019 sebesar 389,5 juta.

“Berdasarkan investigasi ada kerugian Rp 389.545. 224 dari dana APBN. Harusnya dana untuk pembangunan desa,” bebernya.

Tersangka BS ditangkap dan dijebloskan ke sel tahanan oleh oleh Penyidik Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Pringsewu pada Senin (2/11/20) dan dalam proses penyidikan perkara tersebut penyidik setidaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 48 saksi.

Baca Juga :   Taman Bermain Anak Diduga Dibangun Asal Jadi

Kemudian, lanjut Sahril, pada TA 2019 Pekon Kutawaringin mendapatkan anggaran dana desa sebesar Rp 893.618.000 yang diperuntukan bagi bidang pembangunan desa dan bidang pemberdayaan masyarakat di pekon setempat.

Namun, bukannya mengalokasikan DD tersebut untuk pembangunan, BS malah menyelewengkan DD tersebut dengan dibantu oleh Sekretaris Desa setempat untuk membuat SPJ dan laporan realisasi penggunaan dana desa TA 2019 yang tidak sesuai fakta real.

“BS dibantu sekdes membuat sebagian nota fiktif dan juga memalsukan tanda tangan pemilik toko serta beberapa tanda tangan tukang dan dari upaya melawan hukumnya tersebut tersangka mendapatkan keuntungan hingga 389,5 juta,” tambahnya.

Baca Juga :   Tim Paminal Propam Polda Lampung Telusuri Terkait Penangkapan Junaidi Terduga Curat oleh Oknum Anggota Polres Lamtim

Hasil korupsi tersebut, lanjut Sahril, digunakan BS untuk kebutuhan pribadi sehari-harinya.

“Atas perbuatannya, BS dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup dan minimal 4 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis : Redaktur

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Disebut Layani 24 Jam, Pasien Darurat Tak Mendapat Respons di Klinik Rawat Inap Terminal Menggala

4 Oktober 2026 - 02:02 WIB

Revitalisasi TK Permata Hati: P2SP Diduga Diisi Keluarga, Pengadaan Libatkan Kontraktor

3 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Rotasi Jabatan di Pemkab Lamtim, Sekda Lantik Kabid Perpustakaan Dan Kabid Sarpras Disdikbud

2 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Swakelola atau Proyek Kontraktor? Revitalisasi TK Permata Hati Libatkan Keluarga Kepala Sekolah

2 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Ketua P3A Mulyosari Bungkam! Proyek Irigasi APBN 2026 Ditemukan Paving Pecah di Lantai Dan Dinding Saluran

30 September 2026 - 08:39 WIB

Ketua SMSI Lamtim Soroti Proyek P3-TGAI di Pasir Sakti Dan Labuhan Maringgai: Jangan Dipaksakan, Kalau Paving Pecah Wajib Diganti!

30 September 2026 - 06:57 WIB

Trending di Berita Terkini