Korwil Jatim Holiyadi
Jember, Gemasamudra.com – Bupati Jember menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jember, sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah sekaligus refleksi kinerja tahun pertama masa kepemimpinan saat ini.
Dalam penyampaiannya, Bupati menegaskan bahwa capaian pembangunan tahun 2025 menunjukkan tren positif di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, sosial, hingga tata kelola pemerintahan.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Ini menjadi fondasi kuat untuk membawa Jember naik ke level berikutnya,” ujar Bupati.
*Ekonomi Tumbuh Tinggi, Investasi Melonjak*
Kinerja perekonomian Kabupaten Jember pada tahun 2025 menunjukkan capaian yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,47 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir dan melampaui capaian Jawa Timur maupun nasional. Pendapatan Asli Daerah (PAD) melonjak drastis 135 persen hingga menyentuh angka 1,058 Triliun dibanding Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun sebelumnya hanya sebesar 774,16 Miliar, kondisi ini dicapai tanpa menaikkan retribusi dan pajak daerah. Hal ini menunjukkan bahwa Jember sedang berlari kencang menuju kemandirian fiskal.
Sejalan dengan itu, nilai investasi juga mengalami lonjakan signifikan sebesar 70,2 persen, dari Rp 1,51 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp 2,57 triliun pada tahun 2025, bahkan melampaui target RPJMD sebesar 139 persen. Realisasi ini turut mendorong penyerapan tenaga kerja hingga hampir 10 ribu orang.
*Kemiskinan Terendah, Pengangguran Menurun*
Upaya penanggulangan kemiskinan menunjukkan hasil nyata. Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 8,67 persen, terendah dalam 10 tahun terakhir dan lebih baik dari rata-rata provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka juga menurun menjadi 3,07 persen, menunjukkan semakin membaiknya kondisi pasar kerja dan meningkatnya penyerapan tenaga kerja.
*Kualitas Hidup Masyarakat Meningkat*
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jember meningkat menjadi 71,57, didukung oleh peningkatan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Penanganan stunting juga menunjukkan progres signifikan dengan penurunan prevalensi menjadi 20,1 persen.
*Stabilitas Daerah dan Tata Kelola Menguat*
Stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dengan inflasi sebesar 2,77 persen, berada dalam rentang target nasional. Dari sisi tata kelola, Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Jember berhasil mencapai kategori A (memuaskan).
Selain itu, efisiensi investasi daerah juga tercermin dari nilai ICOR sebesar 0,74, yang menunjukkan penggunaan modal yang sangat efisien.
*Program Prioritas Berdampak Langsung ke Masyarakat*
Berbagai program prioritas yang dijalankan sepanjang tahun 2025 memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
*Pertama, Program Beasiswa Cinta Bergema*
Program beasiswa kuliah gratis menjangkau 7.037 mahasiswa hanya dalam satu tahun—angka yang jauh lebih masif dibandingkan program bantuan pendidikan sebelumnya yang cenderung terbatas dan tidak merata. Program ini tidak hanya menyasar siswa berprestasi, tetapi juga santri, keluarga kurang mampu, hingga jalur afirmasi lainnya. Beasiswa Cinta Bergema diberikan kepada mahasiswa sampai lulus dan tidak ada lagi proses pendaftaran berulang adalah nilai plus dibanding program beasiswa sebelumnya.
*Kedua, Program Cinta Petani, Nelayan, dan UMKM*
Di sektor ekonomi, pendekatan yang dilakukan juga berbeda. Jika sebelumnya bantuan bersifat sporadis, kini intervensi dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Penyaluran pupuk mencapai lebih dari 64 juta kilogram urea dan 56 juta kilogram NPK, asuransi jiwa kepada 1.971 nelayan serta bantuan 2.458 gerobak usaha untuk UMKM melalui program Mlijo Cinta serta pemangkasan retribusi pasar hingga 75 persen.
Program optimalisasi lahan telah dilaksanakan dengan tahap perbaikan infrastruktur air pada 107 kelompok tani dengan total luasan lahan 4.410 hektar.
Kombinasi kebijakan ini dinilai menjadi salah satu langkah agresif dalam memperkuat ekonomi rakyat, tidak hanya menjaga daya tahan, tetapi mendorong produktivitas pelaku usaha kecil secara langsung.
*Ketiga, Program Insentif Masyarakat*
Perubahan juga terlihat pada perlindungan sosial. Jangkauan bantuan diperluas dengan menyasar kelompok yang selama ini kerap luput, seperti guru ngaji dan kader posyandu. Sepanjang 2025, sebanyak 21.399 guru ngaji menerima program insentif guru ngaji. Jumlah penerima insentif ini meningkat dibanding sebelumnya dan merupakan penerima dengan jumlah terbesar. Selain itu, insentif juga diberikan kepada kader posyandu, ketua RT dan ketua RW untuk memperkuat peran aktor sosial di tingkat komunitas.
Proses pemberian honor dan insentif ini diberikan dengan cara yang mudah dan terhormat. Para guru ngaji cukup hadir di kantor desa terdekat dan tidak perlu antri di bank. Selain itu, para guru ngaji juga mendapat jaminan BPJS Ketenagakerjaan.
*Keempat, Pembangunan Infrastruktur*
Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah mulai menggeser fokus dari sekadar pembangunan fisik ke peningkatan konektivitas dan akses layanan dasar. Hingga 2025, jalan dalam kondisi mantap mencapai 2.105 kilometer, didukung pemasangan 4.236 titik penerangan jalan umum. Bahkan Dusun Bandealit yang selama ini hidup dalam kegelapan, per tanggal 17 Agustus 2025 menikmati hak dasar warga atas listrik. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan terjadi hingga pelosok desa di Kabupaten Jember yang membuat konektivitas antar desa meningkat.
Pembangunan di Kabupaten Jember tidak hanya bergantung pada APBD Jember. Gus Fawait aktif berkoordinasi pemerintah pusat. Hasilnya 124 gedung sekolah yang rusak berhasil direvitalisasi atas gelontoran dana APBN. “Ini yang terbesar se Indonesia”, tutur Gus Fawait.
Peningkatan paling terasa terjadi pada sektor konektivitas antar wilayah dan pariwisata. Setelah sempat stagnan, operasional Bandara Jember kembali dibuka dengan rute langsung ke Jakarta dan Bali. Dua rute tersebut menjadi tonggak sejarah keberhasilan Gus Fawait menghubungkan Jember dengan pusat ekonomi nasional.
Dampaknya signifikan: jumlah kunjungan wisatawan melonjak menjadi 1,8 juta orang dalam satu tahun, menandai fase baru kebangkitan pariwisata daerah melalui reaktivasi Bandara Notohadinegoro.
*Kelima, Program UHC*
Di bidang kesehatan, capaian juga melampaui banyak daerah. Melalui Program UHC Prioritas, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 99,46 persen, dengan tingkat keaktifan peserta 82,15 persen. Program ini menjamin kesehatan seluruh Warga Jember dengan memberikan fasilitas pengobatan gratis pada seluruh fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.
*Keenam, Wadul Gus’e*
Wadul Guse Kabupaten Jember menjadi wujud nyata pelayanan publik yang responsif dan berbasis data, di mana hingga akhir tahun 2025 telah menerima lebih dari 10.412 aduan masyarakat, dengan tingkat tindak lanjut mencapai 86 persen yang telah diproses dan diselesaikan oleh OPD terkait.
Berbagai laporan mulai dari infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga administrasi kependudukan ditangani secara cepat dan terukur, dengan rata-rata waktu respon yang semakin singkat. Capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat sekaligus komitmen Gus Fawait dalam menghadirkan layanan yang cepat, transparan, dan berdampak langsung bagi kebutuhan warga.
Selain menyerap aspirasi melalui kanal Wadul Guse, Gus Fawait juga mendekatkan pelayanan publik melalui Program Bunga Desaku dan Guse Menyapa sehingga dapat bertatap muka langsung dengan masyarakat. Selama tahun 2025, tercatat sebanyak 60 desa telah dikunjungi oleh Gus Fawait. Banyak permasalahan dan aspirasi masyarakat yang sudah ditindaklanjuti dan diselesaikan.
Kombinasi Wadul Guse, Bunga Desaku dan Guse Menyapa menunjukkan komitmen Gus Fawait terhadap pemerataan dalam pola komunikasi kepada seluruh lapisan masyarakat.
*Komitmen Melanjutkan Pembangunan*
Gus Fawait menegaskan bahwa capaian tahun 2025 merupakan langkah awal menuju percepatan pembangunan yang lebih luas dan inklusif.
“Kami menyadari masih banyak tantangan ke depan. Namun dengan fondasi yang telah dibangun, kami optimis Jember akan terus bergerak maju, lebih sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.






