Bandar Lampung – Kain tapis merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampung dalam menyelaraskan kehidupannya baik terhadap lingkungannya maupun Sang Pencipta Alam Semesta.

Seperti Menurut Van der Hoop disebutkan bahwa orang Lampung telah menenun kain brokat yang disebut nampan (tampan) dan kain pelepai sejak abad ke-2 Sebelum Masehi. Motif kain ini ialah kait dan kunci (key and rhomboid shape), pohon hayat, dan bangunan yang berisikan roh manusia yang telah meninggal.

Selain itu juga terdapat motif binatang, matahari, bulan serta bunga melati. Dikenal juga tenun kain tapis yang bertingkat, disulam dengan benang sutera putih yang disebut Kain Tapis Inuh.

Hiasan-hiasan yang terdapat pada kain tenun Lampung juga memiliki unsur-unsur yang sama dengan ragam hias di daerah lain. Hal ini terlihat dari unsur-unsur pengaruh taradisi Neolitikum yang memang banyak ditemukan di Indonesia.

Baca Juga :   POKDAR Provinsi Lampung, Masyarakat Harus Jaga Protokol Kesehatan Dalam Menyampaikan Aspirasi

Masuknya agama Islam di Lampung, ternyata juga memperkaya perkembangan kerajinan tapis. Walaupun unsur baru tersebut telah berpengaruh, unsur lama tetap dipertahankan.

Dalam pelestarian kain tapis, nyaris punah kain tapis tua tak sedikit masyarakat Lampung yang masih melestarikan tapis-tapis langka yang sudah berumur ribuan tahun.

Namun kini hadir dalam chanel YouTube Bung Tam channel, yang mereview kain-kain tapis yang berumur ribuan tahun,dalam chanel tersebut dari nampak beberapa unggahan seperti kain tapis surat yang di buat pada tahun 1915.

Berikut videonya :

Bung tam channel di ambil dari nama sang pemilik akun yaitu Dr. Rustam Effendi, SE, M.Si, Akt, CA, CMA yang merupakan pelestari Tapis yang ada di Lampung, dirinya mengungkapkan membangun chanel tersebut bertujuan melestarikan budaya peninggalan nenek moyang lampung, mengingat dunia makin berkembang pesat dan pembaharuan terus terjadi apa lagi dalam dunia seni, dirinya memancing para milenia untuk tetap melestarikan budaya lampung dan mengetahui corak maupun ciri-ciri tapis tua.

Baca Juga :   Satreskrim Polres Tulang Bawang Ungkap Pasutri Penyedia PSK Anak Dibawah Umur

“Saya membangun chanel bung tam , bertujuan paling penting adalah menjaga dan melestarikan, selain itu siapa tau ada manfaatnya bagi para pengrajin tapis dan penelitian kain-kain tua tentang corak-corak tapis tua dan makna didalam nya , mengingat sekarang dunia sangat luar biasa dalam kemajuan dari segi teknologi maupun dalam bidang seni, nah makanya saya mengajak para kaum milenia agar tau dan membantu saya melestarikan untuk di generasi berikutnya” ungkapnya

Bung tam sapaan akrabnya juga menambahkan, dari zaman dulu setiap tapis mempunyai makna yang berbeda, Seperti beda nama maka tapis juga beda corak dan juga beda pemakaian nya. Selain itu ia juga berharap dari semua kalangan yang memiliki pengetahuan tentang tapis, agar memberikan masukan maupun diskusi ringan, dikarenakan dirinya mengaku minimnya akan pengetahuan , mengingat minimnya pendokumentasian tetang tapis, ia juga akan membuat buku tentang tapis.

Baca Juga :   PEDULI ANAK AUTIS, REZA RAHARDIAN RAIH IMACULATA AWARD

“Berbicara kain tapis di bilang sederhana tapi tidak sesederhana itu,karna banyak makna di dalamnya seperti nama,jenis tapis dan cara pemakaian sampai siapa yang bisa memakainya,hal tersebut saya bahas semua di dalam chanel saya. Saya juga selalu berharap di dalam chanel ini , masukan dari orang yang memiliki pengetahuan tentang tapis, karena saya sadari, masih minimnya pengetahuan saya, agar ada tempat saya mendiskusikan, karna minimnya pendokumentasian, maka saya rencanakan membuat sebuah buku tentang tapis.”Pungkasnya.(SR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here