Menu

Mode Gelap

Berita Terkini · 5 Agu 2025 10:23 WIB ·

Anggaran Bapenda Pringsewu Diduga Mark-Up, Kepala Dinas Tak Kuasai Detail Penggunaan Dana


Anggaran Bapenda Pringsewu Diduga Mark-Up, Kepala Dinas Tak Kuasai Detail Penggunaan Dana Perbesar

Pringsewu – Anggaran ratusan juta rupiah milik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2024 patut dipertanyakan. Dugaan mark-up mencuat setelah Kepala Bapenda, Yanwir, S.Pd., M.M., dinilai tak menguasai secara rinci penggunaan dana dalam sejumlah pos belanja saat dikonfirmasi oleh wartawan dan LSM pada Senin (4/8/2025) di ruang kerjanya.

Alih-alih menjelaskan langsung, Kepala Bapenda justru menunjuk Plt Sekretaris Bapenda, Ilham, untuk memberikan keterangan atas sejumlah pertanyaan terkait rincian penggunaan anggaran yang tergolong besar. Penyerahan penjelasan kepada sekretaris ini memunculkan tanda tanya atas penguasaan Kepala Bapenda terhadap struktur dan rincian belanja yang ia pimpin.

Beberapa pos anggaran yang dipertanyakan, antara lain: Belanja Jasa Tenaga Kebersihan sebesar Rp224.000.000; Belanja Jasa Operator Komputer Rp46.200.000; Belanja Tenaga Administrasi Rp340.000.000; Belanja  Pemeliharaan Kendaraan Bermotor Perorangan Rp208.710.000; Tagihan Listrik Rp92.617.700; Insentif Non-ASN Pemungut Pajak Rp79.747.500; dan Perjalanan Dinas Biasa Rp80.076.000.

Klik Gambar

Namun seluruh jawaban diberikan secara lisan oleh Ilham tanpa disertai dokumen pendukung. Dalam belanja pemeliharaan kendaraan  bermotor, Ilham menyebut bahwa lokasi servis kendaraan berbeda-beda tergantung preferensi pemegang kendaraan, yang penting disertakan bukti nota dari bengkel masing-masing. Hal ini justru dinilai rawan manipulasi dan lepas dari kontrol keuangan yang seharusnya tersistem.

Baca Juga :   Pengembang Properti di Gading Rejo Berinisial YD Diduga Tipu Konsumen

Seharusnya, Kepala Bapenda dapat menyampaikan secara jelas dan terukur siapa saja tenaga yang dibiayai melalui dana kebersihan Rp224 juta. Misalnya jika ada orang yang bekerja selama 12 bulan, maka seharusnya ada rincian kontrak, SK penugasan, dan laporan absensi sebagai dasar belanja.

Untuk tenaga administrasi dan operator komputer, seharusnya dicantumkan berapa orang yang direkrut, masa kerja, dan bentuk kontribusinya. Tidak cukup hanya menyebut angkanya secara global tanpa dokumen yang mendukung efektivitas anggaran. Dalam belanja pemeliharaan kendaraan, sangat penting diketahui berapa jumlah kendaraan dinas yang tercatat dalam aset daerah. Jika pemilik kendaraan memilih bengkel sendiri, maka fungsi pengawasan dan akuntabilitas bisa rawan diabaikan, karena tidak ada satu standar biaya maupun kualitas servis.

Baca Juga :   Dalam Rangka HUT RI ke-74 Hj. Winarti SE MH Melaksanakan Istighosah Bersama Masyarakat

Ketua LSM PERMAKI (Persatuan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) DPC Pringsewu, Maskur, S.Kom, menyebut bahwa lemahnya penguasaan Kepala Bapenda atas rincian anggaran semakin memperkuat dugaan praktik mark-up dalam pelaksanaan anggaran 2024.

“Kepala Bapenda seharusnya siap dengan data, bukan menyerahkan semuanya ke sekretaris. Rakyat ingin tahu ke mana uang ratusan juta itu mengalir. Ini menunjukkan lemahnya kontrol dan terbuka peluang mark-up,” tegas Maskur.

Baca Juga :   Nahas Seorang Pegawai Oprator Kecamatan TBT Alami Kecelakaan

Ia meminta Bupati Pringsewu dan APIP segera melakukan audit investigatif atas semua pos yang dinilai tidak jelas dan berpotensi merugikan keuangan daerah. (*)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 121 kali

Baca Lainnya

Nekat Layani Suntik dan Obat-obatan, Mahasiswa di Pringsewu Diduga Praktik Tanpa Izin

19 Mei 2026 - 18:58 WIB

WALHI Lampung : Dugaan Pelanggaran Lingkungan di Tambahrejo Tak Bisa Dibiarkan

2 Mei 2026 - 21:02 WIB

Rapat Kordinasi, SMSI Tingkatkan Profesionalisme Perusahaan Media

1 Mei 2026 - 17:21 WIB

Menuju Generasi Emas 2045, Babinsa Kodim 0429/Lamtim All Out Dampingi Distribusi MBG

30 April 2026 - 15:07 WIB

Distribusi SPPT PBB 2026 Dimulai, Warga Lampung Timur Kini Bisa Bayar Pajak Lebih Mudah

30 April 2026 - 14:46 WIB

Saluran Irigasi Terkubur Lumpur, Aktivitas Tambang di Tambahrejo Disorot

30 April 2026 - 14:41 WIB

Trending di Berita Terkini