Korwil Jatim Holiyadi
Jember, Gemasamudra.com – Sektor pariwisata di Kabupaten Jember menjelma sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Tidak lain dan tidak bukan, tiket terintegrasi menjadi faktor penting hal ini bisa terjadi. Cukup membayar sebesar Rp 12.500 per orang, para pengunjung dapat menikmati dua wisata sekaligus.
Berdasarkan data Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, tren kunjungan wisatawan ke destinasi ikonik Pantai Watu Ulo dan Tanjung Papuma mengalami kenaikan yang sangat signifikan pada periode Maret 2026.
Kepala Disporabudpar Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, mengungkapkan bahwa peningkatan volume wisatawan ini merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Jember untuk menekan angka kemiskinan. Khususnya, di daerah sekitar pantai.
“Kami meyakini bahwa dengan meningkatnya arus kunjungan wisata, maka penguatan UMKM serta pemberdayaan warga sekitar akan berjalan beriringan,” ujarnya Senin (30/3/2026).
Bobby memaparkan secara rinci fluktuasi kunjungan harian selama periode 21 Maret hingga 29 Maret 2026. Momentum kenaikan mulai terasa pada 21 Maret dengan jumlah 1.079 pelancong, yang kemudian melompat tajam menjadi 3.742 orang pada 22 Maret.
Memasuki pertengahan pekan, angka tersebut terus merangkak naik secara konsisten. Yaitu, sebanyak 6.121 kunjungan pada 23 Maret, 6.855 pada 24 Maret, dan sempat stabil di angka 6.337 pada 25 Maret.
Tren positif kembali terlihat pada 26 Maret dengan 6.584 wisatawan dan 6.579 orang pada 27 Maret. Puncak kepadatan terjadi menjelang akhir bulan, di mana pada 28 Maret angka kunjungan menembus 9.148 orang, sebelum sedikit melandai ke angka 8.016 wisatawan pada 29 Maret.
Jika menyandingkan data tahun 2026 dengan tahun sebelumnya, terdapat perbedaan pertumbuhan yang menggembirakan. Bobby menjelaskan bahwa strategi pengelolaan wisata saat ini sekaligus menjadi jawaban atas keluhan masyarakat mengenai mahalnya harga tiket masuk di masa lalu.
Secara akumulatif, total kunjungan selama sembilan hari di bulan Maret 2026 yang mencapai 57.806 orang. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan lebih dari empat kali lipat dibandingkan total kunjungan libur Lebaran 2025 yang hanya berada di angka 14.357 orang (terdiri dari 736 di Watu Ulo dan 13.621 di Papuma).
Bahkan, angka di bulan Maret 2026 ini juga melampaui capaian bulan Januari 2026 yang mencatatkan 50.665 kunjungan.
“Peningkatan ini membuktikan bahwa masyarakat menyambut baik skema baru yang kami terapkan. Partisipasi warga lokal dalam mengelola potensi wisata terbukti mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi lingkungan sekitar,” pungkas Bobby.






