Menu

Mode Gelap

Berita Terkini · 13 Feb 2026 20:24 WIB ·

Ikan Warga Mati, Limbah Dapur MBG Pekon Pariaman Gunung Alip Jadi Sorotan


Ikan Warga Mati, Limbah Dapur MBG Pekon Pariaman Gunung Alip Jadi Sorotan Perbesar

TANGGAMUS (GS) – Persoalan pengelolaan limbah Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Kali ini, Dapur MBG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Pekon Pariaman, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, diduga mencemari lingkungan akibat pembuangan limbah cair yang tidak semestinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, sejumlah warga sekitar mengeluhkan limbah cair dari dapur MBG yang dibuang langsung ke saluran irigasi aktif. Aliran irigasi tersebut diketahui mengalir ke kolam-kolam ikan milik warga.

Akibatnya, ikan yang berada di kolam warga mengalami kematian massal, bahkan sebagian merupakan ikan yang siap panen.

Klik Gambar

“Ikan sudah siap panen, tiap sore banyak yang ngambang mati. Penyebabnya limbah bekas cucian dari dapur MBG yang dibuang ke saluran irigasi,” keluh salah seorang warga setempat.

Baca Juga :   Bupati Winarti Serahkan BOP Tahap 1 untuk 238 PAUD di Tulang Bawang

Pantauan di lapangan membenarkan keluhan warga. Terlihat jelas pipa paralon pembuangan limbah cair dari dapur MBG diarahkan langsung ke saluran irigasi yang berada di sisi tembok dapur. Selain itu, ditemukan pula pipa pembuangan lain yang mengarah ke saluran air di badan jalan raya.

Saat dikonfirmasi, Ade Yunus, yang mewakili pihak pengelola selaku Assistant Lapangan (Aslap), membenarkan adanya pembuangan air dari dapur MBG tersebut. Namun ia menegaskan bahwa air yang dibuang hanyalah air cucian peralatan masak.

Baca Juga :   Wahdi Hadiri Deklarasi Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

“Itu pembuangan air cucian peralatan masak dan omprengan, bukan limbah sisa makanan. Kalau limbah sisa makanan kami bungkus plastik dan diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup,” jelas Ade, Jumat (13/2/2026).

Ade juga mengakui bahwa hingga saat ini dapur MBG Pekon Pariaman belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Kalau IPAL memang belum dibuat, masih akan diproses,” ujarnya singkat.

Baca Juga :   Terkait Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan, Wartawan Lampung Timur Siapkan Berkas Laporan

Sementara itu, Aldi Pramana, selaku SPPI Dapur MBG Pekon Pariaman, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan meski telah diupayakan konfirmasi.

Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap pengelolaan dapur MBG di Kabupaten Tanggamus, khususnya terkait kepatuhan terhadap standar lingkungan hidup dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar. (Nazir)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 49 kali

Baca Lainnya

Polemik Infaq ASN Pringsewu Memanas: Gaji Dipotong Tanpa Persetujuan, Sekda Minta Korban Melapor

16 Maret 2026 - 23:30 WIB

Wujudkan Transparansi, BPKAD Pringsewu Teken MoU Datun dengan Kejaksaan

16 Maret 2026 - 08:32 WIB

Dakwaan Jaksa Dipersoalkan, Kuasa Hukum Dedy Dwi Setiawan Ajukan Eksepsi di Sidang Tipikor

11 Maret 2026 - 13:48 WIB

Kendalikan Harga Jelang Lebaran, Pemkab Pringsewu Gelar Pasar Murah di Pekon Fajar Agung

10 Maret 2026 - 11:01 WIB

Inilah sosok Erna Jurnalis Bagikan Sembako Pada Insan Pers dan Kaum Dhuafa.

8 Maret 2026 - 18:12 WIB

Segitukah Perduli Wali Kota Bandar Lampung Terhadap Warga Yang Terdampak Bencana Banjir Saat Ini

7 Maret 2026 - 01:48 WIB

Trending di Bandar Lampung