Menu

Mode Gelap

Berita Terkini · 23 Sep 2025 17:37 WIB ·

Ironi Proyek Pemerintah, Swakelola Irigasi Justru Jadi Contoh Buruk di Sukaratu


Ironi Proyek Pemerintah, Swakelola Irigasi Justru Jadi Contoh Buruk di Sukaratu Perbesar

Pringsewu (GS)  – Proyek pembangunan irigasi yang berasal dari Balai Besar Way Sekampung menuai sorotan. Pantauan di lapangan, pekerjaan yang berlokasi di Pekon Sukaratu, Kecamatan Pagelaran, sepanjang sekitar 200 meter diduga dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan mutu dan kualitas konstruksi.

Sejumlah temuan di lokasi memperlihatkan pemasangan precast tidak beraturan. Lebih parah lagi, banyak lantai irigasi tidak dilengkapi nat sambungan, sehingga berpotensi menimbulkan kebocoran serius ketika aliran air mulai difungsikan.

Baca Juga :   Diduga Kakon Banjar Agung Berikan Keterangan Palsu, DPC Pospera Tanggamus Menilai Langgar Pasal 242 KUHP

Tak hanya itu, proyek tersebut juga tidak ditemukan papan informasi yang seharusnya memuat jenis kegiatan, anggaran, maupun pihak pelaksana.

Klik Gambar

Padahal, sesuai aturan, setiap pekerjaan pemerintah wajib memasang papan informasi sebagai bentuk transparansi publik.

Ironisnya, kegiatan ini disebut-sebut dikerjakan dengan pola swakelola langsung oleh Balai Besar Way Sekampung. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar, bagaimana mungkin institusi besar yang seharusnya menjadi teladan justru abai pada prinsip transparansi dan mutu pekerjaan.

Baca Juga :   Tolak UU Cilaka, PC PMII Lambar Audiensi ke DPRD Sampaikan Tiga Poin Tuntutan

Salah satu pekerja di lokasi bernama Emi membantah jika pekerjaan tidak sesuai teknis.

“Ini sudah ikut petunjuk teknis, kalau soal pemasangan lantai dari precast memang belum seluruhnya diberi nat,” kilahnya.

Namun, fakta di lapangan jelas memperlihatkan adanya celah menganga di antara sambungan precast. Celah tersebut dikhawatirkan akan mempercepat kerusakan konstruksi dan mengurangi usia manfaat irigasi.

Baca Juga :   DPC Partai Demokrat Pringsewu Sediakan WiFi Gratis dan Modal untuk UMKM

Masyarakat pun mempertanyakan keseriusan Balai Besar Way Sekampung dalam mengawal mutu proyek. Alih-alih memberi contoh baik, proyek yang seharusnya menopang sektor pertanian ini justru dikerjakan dengan cara yang dinilai jauh dari standar kualitas. (Tim)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 45 kali

Baca Lainnya

Sekda Lampung Timur Hadiri Rapat Lanjutan Pembahasan Raperda RTRW

1 September 2026 - 14:41 WIB

Bupati Lampung Timur Pimpin Audiensi Bersama KPP Pratama Metro, Perkuat Sinergi Perpajakan

1 September 2026 - 14:34 WIB

Diduga Nikahi Perempuan yang Belum Cerai Resmi, Pencalonan CK di Pilkakon Siliwangi Dipertanyakan

31 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Dana Revitalisasi APBN Dikelola Swakelola, Kepala SMP Muhammadiyah Pagelaran Pilih Bungkam Saat Dikonfirmasi

31 Agustus 2026 - 14:10 WIB

DPRD Lampung Timur Bahas Rancangan Perda Bersama NU, Muhammadiyah Dan LDII

31 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Wali Kota Metro Lepas Peserta OJT Reguler Batch 38 IDEA Indonesia, Siap Ditempatkan di Hotel Bintang 3, 4 dan 5 tim diskominfo26 Agustus 2026 

26 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Trending di Berita Indonesia