Pringsewu -Bantah tuduhan jadi supplier BPNT, Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kabupaten Pringsewu membawa puluhan massanya datangi Kantor PD Ikatan Wartawan Online (IWO) Pringsewu, Rabu (26/2).
Seperti sebelumnya diberitakan, penyaluran BPNT tahun 2025 di Pekon Patoman, Kecamatan Pagelaran diduga ada kongkalikong antara PSM, Apdesi dan juga Ormas Grib Jaya yang menabrak intruksi Sekdakab Pringsewu kaitan program sembako 2025. Di mana dalam aturan itu jelas tertulis tidak diperbolehkan menggiring KPM untuk membeli sembako ke salah satu supplier.
“Kami bukan supplier seperti berita yang beredar, kami hanya mengawal pendistribusian saja, ” kata Panglima Grib Jaya Andreas.
Wakil Ketua 1 Grib Jaya Alit Suhartomo juga mengamini perkataan Anderas yang terkesan ambigu.
“Grib Jaya hanya mengawal dan mengawasi penyaluran Program BPNT sembako, kami mengawal pendistribusian dari supplier PT.GTA dari Bandar Lampung,” terangnya.
Namun saat disinggung apakah dalam proses penyaluran BPNT yang dikawal oleh Grib Jaya Pringsewu sudah sesuai regulasi, Alit tidak dapat menjelaskan lebih lanjut.
“Saya minta persoalan ini jangan melebar ke mana-mana, ” kata Alit yang juga mengaku-ngaku wartawan.
Sementara, Ketua PD IWO Pringsewu Ahmad Fijayyuddin pada kesempatan tersebut meminta agar statement dari para narasumber diperjelas.
“Yang disebut Grib Jaya ini siapa, hanya segelintir oknum atau memang berasal dari Grib Jaya pada tingkatan tertentu. Apakah dari DPD, DPC ataukah PAC? ” tanya Fijai.