PRINGSEWU – (GS) – Salah seorang pendamping bantuan sembako di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, sudah nyata dilakukan pergantian, namun masih ikut melakukan pengambilan keputusan dalam penyaluran sembako.
Keterangan Foto : Lampiran Surat Keputusan Dinas Sosial Provinsi Lampung.
Diketahui, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung mengeluarkan Surat Keputusan
Nomor: 465/1080/V.07/B.IV/2020, tentang penetapan penggantian Pendamping Sosial Program Sembako, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, atas nama Agus Edi Subowo digantikan oleh Ngatemin.
SK pemberhentian tersebut dikeluarkan berdasarkan hasil evaluasi terhadap Subowo yang dinilai tidak melaksanakan tugas dan kewajiban selaku pendamping sesuai pedoman dan ketentuan yang berlaku.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Pringsewu Maskur. Dikatakan Maskur, bahwa Subowo bukan lagi pendamping pada program sembako atau BPNT, namun masih menjadi Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Gadingrejo.
“Ya, tapi dia kan masih TKSK, secara administrasi tidak menangani lagi,” ungkap Maskur saat dihubungi via telepon, Kamis (24/9/2020).
Terpisah, salah satu Ketua Kube yang ada di Kecamatan Gadingrejo pun membenarkan bahwa Subowo pernah tidak menjalankan tupoksinya.
“Emang waktu itu kita empat kube tanpa pendampingannya dari Bowo. Karena waktu itu kami harusnya menyediakan beras 15 kilo, tapi sama suplayer cuma dikasih 10 kilo. Jadi kami cari suplayer yang bisa memenuhi kebutuhan kami,” ungkap narasumber.
Dikatakan oleh narasumber tersebut, hingga saat ini, Subowo masih aktif turun ke kube-kube yang ada di wilayah Gadingrejo.
“Sekarang sih saya pindah suplayernya, dan dia datang ke Kube saya lagi. Namun terkait dia sudah tidak jadi pendamping sembako ya saya tidak tahu menahu,” kata dia.
Sementara, Solihin Ketua TKSK Kabupaten Pringsewu pun tidak mengetahui secara pasti jika Subowo tidak menjadi pendamping sembako lagi.
“Kalau SK- nya kalau tidak salah belum keluar. Tapi biar lebih jelas konfirmasi ke Kadis aja,” ucap Solihin.
Saat ditanya terkait kapasitas Bowo sebagai TKSK yang diduga melenceng, Solihin mengatakan dengan tegas kalau sudah diberhentikan oleh Dinsos Provinsi Lampung ya harusnya Bowo berhenti ikut andil dalam penyaluran sembako di Gadingrejo.
“Jika memang seseorang sudah diganti, tapi dia masih menjalani ya itu salah,” pungkasnya.
Penulis : (Team MGG/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here