Menu

Mode Gelap

Jawa Timur · 29 Mei 2025 19:20 WIB ·

Saya Tolak Tanda Tangan, Petani Ungkap Kios Pupuk di Kemuninglor


Saya Tolak Tanda Tangan, Petani Ungkap Kios Pupuk di Kemuninglor Perbesar

Korwil Jatim: Holiyadi

Pupuk Subsidi Mahal, Warga Kemuninglor Harus Beli Paketan

Saya Tolak Tanda Tangan, Petani Ungkap Kios Pupuk di Kemuninglor

Klik Gambar

Viral! Warga Kemuninglor ungkap Penjualan Pupuk Subsidi Tak Wajar

Petani Jember Bongkar Dugaan Kecurangan Harga Pupuk Subsidi

Beli Paketan, Petani Protes Harga Pupuk Subsidi di Atas HET

Saya Tolak Tanda Tangan, Petani Ungkap Penjualan Kios Pupuk di Kemuninglor

Jember, (gemasamudra.com) — Warga asal Dusun Darungan, Desa Kemuninglor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, menyampaikan keluhan terbuka melalui vidoe terkait dugaan pelanggaran dalam penyaluran pupuk subsidi.

Baca Juga :   Mengenang Sejarah Hari Pahlawan 10 November dan Resolusi Jihad 22 Oktober

Dalam sebuah video yang beredar luas Senin (12/5/2025), Jaenuri (45), warga setempat, mengungkap bahwa pupuk subsidi dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan secara paketan (bundling), yang membebani para petani kecil.

Keluhan tersebut berbuntut pada terhadap Jaenuri. Ia mengaku sempat didatangi oleh beberapa orang, termasuk pemilik kios penyalur pupuk subsidi, yang membawa surat pernyataan untuk ditandatangani. Namun, karena tidak memahami isi dokumen, Jaenuri menolak.

“Saya sempat didatangi pihak kios, diminta tanda tangan surat pernyataan yang saya tidak paham isinya. Saya tolak, karena saya hanya menyuarakan sesuai fakta,” ujar Jaenuri ditemui di rumahnya, Kamis (29/5).

Baca Juga :   Jajaran Pimpinan Tinggi Pratama Kanwil Kemenkumham Jatim bersama Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jember menyambut kedatangan Kunker Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim di Banyuwangi

Menurut Jaenuri, keluhan tersebut muncul setelah adanya keharusan membeli pupuk bersubsidi dengan sistem paketan, yang harganya jauh di atas ketetapan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa video yang ia unggah merupakan bentuk spontanitas sebagai warga negara yang merasa haknya dilanggar.

“Saya tahu harga pupuk subsidi seharusnya diatur pemerintah. Tapi kenyataannya di lapangan tidak sesuai. Bahkan dipaketkan, yang bikin biaya bertambah,” tambahnya.

Baca Juga :   Pemkab Jember Instruksikan Gerakan Ayah Mengambil Rapor, ASN Laki-Laki Diminta Terlibat Aktif

Dalam upaya klarifikasi, sempat diadakan pertemuan yang dihadiri pemilik kios, petugas penyuluh lapangan (PPL), dan beberapa pihak lainnya. Namun menurut Jaenuri, belum ada solusi konkret yang diberikan.

Jaenuri berharap pemerintah desa, instansi pertanian setempat, serta aparat pengawas distribusi segera menindaklanjuti keluhan ini demi melindungi kepentingan petani kecil.

“Kami minta ada pengawasan nyata dan solusi cepat. Jangan tunggu keluhan petani makin besar. Ini untuk kepentingan seluruh masyarakat tani di Desa Kemuninglor,” tegasnya. (Ruk)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 66 kali

Baca Lainnya

7.445 KK Terdampak di 10 Kecamatan Jember Tegaskan Percepatan Pemulihan.

16 Februari 2026 - 19:24 WIB

PSHT Ranting Ajung, Cabang Jember, Pusat Madiun, Bergerak Serentak, Bersihkan Makam Jelang Ramadan

15 Februari 2026 - 13:06 WIB

Upaya Jaring Bibit-bibit Pembalap Nasional  Rosid Bersama Kades Lojejer Gelar Motor cross.

9 Februari 2026 - 13:20 WIB

UCAPAN SELAMAT HARI PERS NASIONAL 2026 KORWIL RILISFAKTA JATIM MGG JEMBER CATUR TEGUH WIYONO

7 Februari 2026 - 21:06 WIB

Guru Mengajar 40 ABK di SDN Ambulu 01 Belum Jelas Statusnya !!! 

5 Februari 2026 - 12:12 WIB

Jenazah Dosen UIN KHAS diantar langsung ke pemakaman oleh Ambulance Jenazah PMI.

2 Februari 2026 - 15:17 WIB

Trending di Daerah