Menu ✖

Mode Gelap

Bandar Lampung · 1 Sep 2025 19:41 WIB ·

“Reforma Agraria Jadi Harga Mati, Ribuan Mahasiswa dan Rakyat Mengepung DPRD Lampung


“Reforma Agraria Jadi Harga Mati, Ribuan Mahasiswa dan Rakyat Mengepung DPRD Lampung Perbesar

Bandar Lampung (GS) – Ribuan mahasiswa bersama elemen masyarakat menduduki halaman DPRD Provinsi Lampung, Senin (1/9/2025).

Mereka menegaskan perjuangan rakyat untuk keadilan agraria dan tata kelola pemerintahan bersih tak bisa lagi ditunda.

Pusat sorotan massa aksi adalah desakan pengukuran ulang Hak Guna Usaha (HGU) PT Sugar Group Companies (SGC) dan perusahaan afiliasinya: PT SIL, PT ILP, dan PT GPM. Massa menuding monopoli lahan oleh konglomerasi perkebunan tebu itu telah merampas hak rakyat Lampung.

Klik Gambar

Ketua Aliansi Komando Aksi Rakyat (Akar) Lampung, Indra Musta’in, menegaskan tuntutan ini tak bisa ditawar.

Baca Juga :   HUT RI ke-74, Bupati TUBABA Kukuhkan Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka (PASKIBRAKA)

“Segera ukur ulang HGU PT SGC, ini bagian dari reforma agraria sejati. Negara wajib hadir demi rakyatnya, bukan demi oligarki,” tegasnya lantang.

Selain agraria, massa aksi juga membacakan 10 ultimatum rakyat kepada pemerintah, antara lain: pengesahan UU Perampasan Aset, pemotongan gaji dan tunjangan DPR, pencopotan menteri bermasalah, penghentian rangkap jabatan ketua partai, hingga revolusi total kepolisian.

Baca Juga :   Relawan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Loekman-Ilyas siap Bentuk Tim Pemenangan

Aksi yang berlangsung lebih dari empat jam ini berlangsung damai, dikawal ketat aparat kepolisian. Massa bahkan ditemui langsung oleh Gubernur Lampung Ahmad Mirzani Djausal, Ketua DPRD Lampung Giri Akbar, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmi Santika, serta Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi. Keempatnya menandatangani pernyataan sikap bersama sebagai komitmen menyalurkan aspirasi rakyat.

“Lampung tidak boleh diam. Saya akan memperjuangkan suara adik-adik hingga ke Presiden,” ujar Gubernur Ahmad Mirzani disambut sorak dukungan massa.

Baca Juga :   Logistik Pilgub Lampung Siap Didistribusikan ke 758 TPS

Ketua DPRD Lampung, Giri Akbar, menambahkan pihaknya siap membawa aspirasi ini ke pemerintah pusat.

Meski aksi ditutup dengan damai, massa menegaskan perjuangan belum selesai. Jika 10 tuntutan rakyat diabaikan, mereka mengancam akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar.

Aksi 1 September ini menjadi penanda bahwa api perlawanan rakyat Lampung masih menyala, dengan reforma agraria dan pengukuran ulang HGU SGC sebagai roh perjuangan utama. (Red)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Meriahkan Sukadana Ilir, Bupati Lamtim Buka Turnamen Bola Voli BNNK Cup 2026 Gaungkan Hidup Sehat Tanpa Narkoba

10 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Gandeng IPB, Pemkab Lampung Timur Dorong Hilirisasi Potensi Pertanian Hingga SDM

8 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Matangkan Tata Ruang Pesisir, Pemkab Lamtim Gelar FGD I RDTR Dan KLHS di Way Jepara

7 Oktober 2026 - 23:29 WIB

Padamkan Api Karhutla, Polres Lamtim Dan Tim Gabungan Masuk Area Inti Perbatasan TNWK

7 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Buka MUSDA V MUI di Rumah Dinas, Bupati Ela Tekankan Peran Ulama Jaga Kerukunan

6 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Inspeksi Klinik MMC Menggala Usai Pasien Pingsan di Depan Klinik

5 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Trending di Lampung