Menu

Mode Gelap

Berita Media Global · 11 Sep 2024 12:45 WIB ·

Menggali Nilai Ekonomi dari Sampah Bersama Putri Pariwisata Lampung


Menggali Nilai Ekonomi dari Sampah Bersama Putri Pariwisata Lampung Perbesar

Lampung – Rachel Rosalia, mahasiswi berusia 21 tahun dari Universitas Bandar Lampung, baru saja mengukir prestasi sebagai Putri Pariwisata Indonesia Lampung 2024. Sebelumnya, ia juga meraih gelar Runner-up 1 Muli Kabupaten Tulang Bawang 2023 dan Runner-up 2 Putri Indonesia Lampung 2023. Selain prestasinya di bidang pariwisata, Rachel juga aktif dalam kegiatan advokasi sosial melalui program bernama *Sahabat Sampah*.

Rachel menjelaskan bahwa *Sahabat Sampah* adalah inisiatif yang bertujuan mendaur ulang sampah agar memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. “Saya ingin mengedukasi masyarakat bahwa sampah sebenarnya dapat diolah dan memiliki manfaat lebih jika dikelola dengan baik,” ujar Rachel. Program ini bertujuan mengurangi limbah di sekitar dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

Baca Juga :   Bupati Ela Siti Nuryamah: Idul Fitri Momentum Mempererat Persaudaraan

Dalam wawancara, Rachel juga menyebutkan bahwa ia sedang menyelesaikan studinya di jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Bandar Lampung, dan berharap dapat menggunakan ilmu yang ia peroleh untuk mendukung kegiatannya di bidang lingkungan dan pariwisata.

Klik Gambar

Selain dikenal karena advokasinya, Rachel juga berkiprah di dunia modeling.

Ia sering tampil di berbagai ajang seperti *Lampung FashionTendance 2023* dan *Lampung Craft 2024*. “Saya merasa dunia modeling adalah platform yang tepat untuk mengekspresikan kreativitas, sekaligus mengenalkan budaya dan pariwisata Lampung kepada khalayak luas,” jelasnya.

Baca Juga :   Penyerahan Bantuan Langsung Oleh Bupati Tulang Bawang, Kepada Masyarakat Program Kreatif Mandiri BMW Sekaligus Penyerahan Bantuan DAK FISIK Program Bangga Kencana.

Rachel optimis bahwa keberhasilannya di berbagai bidang akan menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Lampung. Ia berharap program *Sahabat Sampah* dapat berkembang lebih luas, sehingga mampu memberi dampak nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan pengalamannya dalam dunia pariwisata dan advokasi sosial, Rachel bertekad terus melangkah maju untuk berkontribusi dalam pembangunan Lampung, baik melalui inisiatif lingkungan maupun mempromosikan pariwisata daerah. *”Saya ingin menginspirasi orang lain, terutama anak muda, bahwa kita semua bisa berperan dalam menjaga lingkungan dan mempromosikan daerah kita,”* tutupnya dengan penuh semangat.

Baca Juga :   kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Di Sambut Langsung Oleh Bupati Tulang Bawang.

*Tingkatkan Kesadaran Lingkungan melalui Kegiatan Positif*

Rachel mengingatkan bahwa penting bagi setiap individu, terutama generasi muda, untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Di tengah perkembangan ekonomi Lampung yang signifikan, kontribusi terhadap lingkungan menjadi semakin krusial, seperti yang diharapkan oleh pemerintah dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Rachel Rosalia, dengan advokasi *Sahabat Sampah* dan pencapaian di dunia pariwisata, menjadi salah satu representasi anak muda Lampung yang berkontribusi dalam pembangunan daerah secara holistik.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 103 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

DPD PSI Pringsewu Gelar Konsolidasi: Siap “Tempur” dan Targetkan Kursi di Pesta Demokrasi

14 April 2026 - 21:31 WIB

Satpol PP Belum Bertindak, Pembangunan Kampus di Lahan Sawah Pringsewu Terus Berjalan

14 April 2026 - 20:48 WIB

Dari Lumbung Pangan ke Bisnis Kos-Kosan, Alih Fungsi Lahan di Pringsewu Kian Brutal

13 April 2026 - 22:02 WIB

Gas Elpiji 3 Kg Langka di kecamatan Ajung, Warga Keluhkan Pasokan Minim

12 April 2026 - 12:44 WIB

Belum Berizin, Toko Keramik di Pringsewu Utara Dihentikan Sementara

7 April 2026 - 10:44 WIB

Munzirin Menang Tipis dalam Pemilihan PAW Kepala Pekon Banjar Agung Limau

6 April 2026 - 20:11 WIB

Trending di Berita Terkini