Menu

Mode Gelap

Tokoh · 7 Mei 2018 06:21 WIB ·

INI KISAH MASA KECIL GATOT NURMANTYO DI MANADO.


INI KISAH MASA KECIL GATOT NURMANTYO DI MANADO. Perbesar

Gemasamudra.com,MANADO,– Meski sudah tidak lagi menjabat Panglima TNI, Gatot Nurmantyo masih tetap jadi bahan perbincangan.

Publik menanti langkah Gatot yang digadang – gadang bakal maju dalam Pilpres 2019 mendatang.

Nah, ternyata, Gatot punya hubungan emosional dengan Manado.

Klik Gambar

Gatot menghabiskan masa kecilnya di kota Tinutuan ini.

Ayah Gatot yang juga tentara pernah berdinas di Manado.

Mantan Sekprov Sulut Siswa Rachmat Mokodongan yang kini berkarir di pusat, membeber kisah Gatot di Manado kepada sejumlah wartawan dalam pertemuan informal di kantor Gubernur Sulut, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   BUNDA IMA: SEPARUH USIA SAYA UNTUK MENANGANI ANAK-ANAK AUTIS

“Kami tinggal satu asrama di Sario, ayah saya juga tentara,” kata dia.

Mokodongan membeber, ia dan Gatot kawan sepermainan.

Kemana – mana mereka bersama. “Kami punya semacam geng yang terdiri dari beberapa teman, pemimpinnya ya Gatot,” kata dia.

Ia menyebut Gatot punya badan tegap. Dia pun bernyali besar. “Karakternya khas anak kolong,” ujar dia.

Gatot kecil, beber dia, sedikit badung. “Namun dia setia kawan, jujur, dari kecil sudah terlihat jika ia punya bakat memimpin,” ujarnya.

Baca Juga :   Kapolres Belitung dan Kapolsek Badau diberi Penghargaan Komnas Perlindungan Anak

Seperti layaknya anak kecil, keduanya juga kerap terlibat kenakalan kecil.

Suatu waktu, Gatot dan Mokodongan mengambil buah dari pohon di sebuah rumah.

Keduanya kemudian terpisah dan nanti bertemu puluhan tahun kemudian. Kala itu, Gatot sudah jadi panglima dan Mokodongan menjabat Sekprov Sulut.

Ceritanya, Gatot datang di Manado untuk menghadiri suatu acara. Saat itu Gubernur Sulut masih dijabat Ditjen Otda Sonny Sumarsono yang berstatus plt.

Baca Juga :   Pemerintah Kab.Tuba Jelang Memasuki Bulan Suci Ramadan Menggelar Rapat Bersama

Mokodongan sudah tak mengenal Gatot. Sebaliknya Gatot masih mengenal Mokodongan.

“Pantas ia selalu menatap saya, sungguh saya lupa sama sekali,” kata dia.

Saat keduanya berjabatan tangan usai acara, Gatot meremas tangan Mokodongan dengan keras.

Gatot kemudian berbahasa Manado. “Ngana so lupa pa kita,” kata dia.

Barulah saat itu Mokodongan teringat teman masa kecilnya itu.

Gatot lantas mengundang khusus Mokodongan.

Keduanya berbincang layaknya sahabat lama, mengulang kisah masa kecil di Manado.

(RM/Dbs)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

UCAPAN SELAMAT HARI PERS NASIONAL 2026 KORWIL RILISFAKTA JATIM MGG JEMBER CATUR TEGUH WIYONO

7 Februari 2026 - 21:06 WIB

PJ Kades Pancakarya Bersama 3 Pilar  Salurkan Baksos Beras 5 Kg untuk Warga Dusun Krasak

20 Desember 2025 - 11:54 WIB

Sambung Kedekatan Dengan MGG Pergunu Jember Gandeng Rilis Fakta Berkolaborasi dalam OJT Jurnalistik, Tingkatkan Kompetensi Guru di Hari Guru Nasional

30 November 2025 - 11:50 WIB

Disbudpar Jatim Bersama DPRD Jatim Gelar Wayang Kulit di Umbulsari, Perkuat Upaya Pelestarian Seni Daerah

14 November 2025 - 22:36 WIB

Tugu Pancasila Tugusari Jadi Simbol Edukasi dan Persatuan, MGG Jember Dukung Penuh Pengembangan Wisata Desa

17 Oktober 2025 - 07:36 WIB

Potong Kerbau, Ribuan Pendukung Qodham Gelar Doa Bersama

17 April 2025 - 11:53 WIB

Trending di Berita Terkini