Listen to this article

Metro(GS) – Ketua DPC KWRI (Komite Wartawan Reformasi Indonesia) Kota Metro Pertanyakan kejelasan Anggaran Publikasi kota metro yang menurutnya anggaran tersebut tidak di relisasikan untuk kebutuhan publikasi dengan rekan rekan media justru untuk kegiatan yang kurang mengena di masyarakat.

“jangan main2 dengan Anggaran Covid harus terbuka apa lagi jelas itu bunyinya untuk POS Publikasi. Kami minta Kejari metro untuk memanggil kepala dinas tersebut kalau memang ada penyimpangan harus di proses jangan pandang bulu. Ujarnya

PJS Sekda Kota Metro, Misnan saat d hubungi melalui telepon selular mengatakan bahwa ia tidak tahu kalau ada anggaran tersebut.kalau memang itu benar besok senin akan segera saya panggil kepala dinas tersebut untuk memberikan informasi terkait POS Publikasi media.

Baca Juga :   Peringati HUT Ke23 Kabupaten Tulang Bawang, Dinas Perikanan adakan Lomba Mancing Mania

Dinas Kominfo Kota Metro, mendapat kucuran sebesar Rp620.848.000 untuk pos publikasi kegiatan pencegahan Covid-19, yang konon pengakuan pihak Dinas setempat serta Eks Sekkot Metro A.Nasir AT, tidak ada anggaran untuk Publikasi .

Di tempat terpisah Andi setiono selaku Kabid Informatika Dinas KOMINFO COVID-19 mengatakan memang benar ada, dana tersebut sudah terealisasi kan, untuk membuat Baleho, Banner, Pemasangan CCTV di beberapa tempat pintu masuk Kota Metro.“Kegiatan dana itu pun termasuk banyak kemauan dari ibu Kapolres Kota Metro. Yang minta buat ini dan minta buat itu. Ya setiap Permintaan Ibu Kapolres, ya kami turuti intinya,”ungkapnya. Kamis 3 Oktober 2020.

Baca Juga :   Tingkatkan Penegakan Hukum, Gubernur Arinal dan Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Lampung Tandatangani MoU dengan Kejaksaan

Terkait hal ini, Kapolres Metro, AKBP Retno Prihawati, saat di temui di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Metro, menegaskan, pernyataan dari  KABID Informatika Dinas Kominfo Metro tersebut tidak benar.

“Itu semua telah sesuai dalam rapat, telah di tentukan langkah-langkah gugus tugas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Kota Metro sesuai dengan tahap-tahapanya,”kata kapolres.

Ia menambahkan, dalam tahapan tersebut ada yang disebut publikasi, Dimana dalam item publikasi diantaranya, pemasangan Banner, Spanduk dan Baliho.

Baca Juga :   Kasus Dugaan Kekerasan Terhadap Anak Dibawah Umur di Lampung Timur Sedang Proses Penyidikan oleh PPA Polda Lampung

“Dalam rapat saya minta beberapa item dipenuhi diantaranya adalah pemasangan Spanduk, Banner, Baliho termasuk pemasangan CCTV di akses masuk Kota Metro, karena untuk mengantisipasi monitor masuknya orang untuk mencegah penularan COVID. Mungkin karena saya paling gencar menginginkan antisipasi COVID ini maksimal. Jadi Faham dulu intinya ya”, tutupnya.(Hnf)

 7 total views,  7 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here