Listen to this article

Tulang Bawang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten tulangbawang kelimpungan saat dikomfirmasi awak media untuk mengetahui tagihan listrik di sejumlah taman kota pada tahun anggaran 2017 yang membengkak sampai tujuh meliar lebih.

Ir. Indra Bangsawan. Kepala Dinas DLH tulangbawang, mendadak amnesia saat dikonfirmasi mengenai besaran biaya tagihan listrik lampu taman pada tahun anggaran 2017.

” Memang ada tagihan Lampu taman? Saya lupa berapa nilai persisnya,” coba langsung tanya kebidangnya pak SAPRIYADI, SE.,M.M karena dia yang lebih tahu, “Namun begitu ditanya lebih lanjut, Kadis DLH tuba buru-buru menghindar. 29/09/10

Baca Juga :   Pandemi Covid-19 dan Ajang Pansos Politik

“Sudah, sudah wawancaranya,” katanya

“ Terpisah Kabid sampah Lingkungan dan Pertamanan DLH tulangbawang “SAPRIYADI, SE.,M.M menyampaikan, tagihan listrik di setiap taman kota menggala kabupaten tulangbawang. Sesuai dengan luas taman dan lampu yang digunakan pada tahun anggaran 2017 , memang sangat tinggi. Dikalkulasi, tagihan listrik dari tiga taman kota sekitar Rp.500 juta per bulan, untuk sisanya habis buwat perawatan dan biyaya operasional.

Dari tiga taman kota, yakni Taman Pemkab tuba, Taman terminal menggala dan tugu garuda yang sudah pada retak retak itu, memang sangat tinggi tagihan listriknya Padahal, lampu penerangan dan lampu hias yang terpasang di taman kota menggala kabupaten tulangbawang tersebut sangat sedikit.ungkapnya

Baca Juga :   Satnarkoba Polres Tuba Tangkap Dua Wanita Menjual Narkotika

” Lebih lanjut Menurutnya Kemungkinan dalam hal ini pasti sudah ada proses dari BAPEDA untuk pelimpahan Dari UMUM ke Dinas DLH pelimpahan ini bisa jadi printah dari bupati jika tidak ini bukan wewenang kami dinas DLH ini sangat jelas pekerjaan umum dan tanggung jawab dari pihak umum.tudingnya

” Herry yang tergabung di organisasi AJO Indonesia yang ada di tuba meminta kepada pihak penegak hukum agar mengevaluasi kinerja seluruh perangkat yang membidangi pertamanan. Ia mencurigai ada oknum DLH Bertuajuan untuk memperkaya diri sendiri sehingga tagihan listrik lampu taman bisa membengkak sampai tujuh miliar lebih.

Baca Juga :   Bupati Tuba, Hj. Winarti Launching Program Bedah Rumah 500 Unit

” Pengawasan di internal juga perlu dilakukan. Jangan-jangan indikasi ini ada benarnya bahwa adanya oknum DLH tulangbawang yang bermain dan mencari keuntungan untuk diri sendiri “Sehingga untuk pembayaran lampu taman saja sampai menghabiskan angaran dana miliaran rupiah, ini sangat tidak masuk logika. tudingnya.

Pewarta: tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here