Pringsewu (GS) – Dalam rangka penyediaan air irigasi bagi tanaman padi menjadi salah satu kunci yang mendukung peningkatan produksi pangan. Terjaminnya penyediaan air irigasi bisa diupayakan melalui peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Pada tahun 2019 ini, P3A yang berada di pekon (desa) mendapatkan kucuran dana untuk membangun saluran irigasi melalui Balai Besar Way Sekampung (BBWS) namun dalam pengerjaannya, tim pelaksana acap kali mengabaikan teknis kerja karena mendapatkan keuntungan pribadi seperti kegiatan pembuatan saluran cacing (drinase) di Pekon Sukoharjo II Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Peingsewu, diduga dikerjakan tidak sesuai dengan besik tehnik (bestek).

Baca Juga :   Kiat Sukses Oki Dermawan Dosen Universitas Islam Negeri Lampung

Hal ini disampaikan salah satu warga setempat EN saat ditanya oleh media ini perihal terkait teknis pekerjaan drinase tersebut. Jum’at (25/10).

” Dilhat sendiri saja mas, dan setahu saya galiannya rata tidak ada galian yang lebih dalam (sepatu) untuk pondasi batu, kalau pasir untuk dasarannya memang ga ada,” terang EN.

Baca Juga :   Dinas Bina Marga, Minta Tingkatkan Kinerja dan Jauhi Korupsi Gubernur Arinal Sidak

Sementara itu Ketua P3A Sukohajo II Agus saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya mengatakan bahwa pekerjaan kelompoknya dengan nilai anggaran Rp. 195 juta dipotong pajak dikerjakan sudah sesuai dengan petunjuk teknis dari pendamping.

” Drinase yang dikerjakan panjangnya 420 meter, jadi kami mengerjakan sesuai dengan petunjuk dari pendamping, saya ngerti dengan kawan kawan media, NGO dan yang lainya, jadi mohon kerjasamanya,” terangnya.

Baca Juga :   Global Media Group dan KWRI Kabupaten Lampung Utara Bangun Tali Silaturahmi

Saat disinggung tentang siapa tenaga pendamping dalam kegiatan tersebut, Agus menolak untuk memberi informasi lebih jauh.

” Kalau pendamping dari Bandarlampung, tetapi untuk nomor kontaknya saya kordinasi dahulu dengan pendamping,” elaknya.

Penulis : Tim GG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here