Menu ✖

Mode Gelap

kaur · 28 Sep 2026 20:01 WIB ·

Ironi UHC Bengkulu: Kepesertaan Digenjot, Fasilitas JKN Justru Dipertanyakan


Ironi UHC Bengkulu: Kepesertaan Digenjot, Fasilitas JKN Justru Dipertanyakan Perbesar

Gemasamudra.com, BENGKULU – Semangat Pemerintah daerah di Bengkulu untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) hingga 96 persen lebih patut diapresiasi. Namun di lapangan, kondisi pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) justru memunculkan ironi yang cukup memprihatinkan.

Di sejumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti klinik pratama, bahkan di beberapa rumah sakit, masih ditemukan sarana dan prasarana yang dinilai belum layak bagi peserta JKN. Kondisi ruang pelayanan, keterbatasan fasilitas penunjang, hingga kenyamanan pasien menjadi sorotan masyarakat.

“Bangku yang kami duduk ini sudah goyang-goyang. Kadang juga duduk di luar, belum lagi plafon juga ada yang bocor pak,” ungkap ibu-ibu peserta JKN belum lama ini.

Klik Gambar

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik terkait peran BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu dalam melakukan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan yang menjadi mitra layanan JKN.
Alih-alih fokus pada pembenahan kualitas pelayanan, BPJS Kesehatan Bengkulu justru dinilai lebih sering menampilkan keberhasilan program yang dijalankan pemerintah daerah, khususnya terkait peningkatan kepesertaan BPJS.

Padahal, semangat yang dibangun oleh kepala daerah tidak hanya sekadar mengejar angka kepesertaan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan berkualitas.

Baca Juga :   Pelayanan RSUD Kaur Tetap Optimal Selama Bulan Suci Ramadhan

“Program UHC bukan hanya soal berapa persen masyarakat yang terdaftar. Yang lebih penting adalah bagaimana pelayanan kesehatan itu benar-benar dirasakan masyarakat dengan fasilitas yang memadai,” ujar salah satu pengamat kebijakan kesehatan di Bengkulu.

Ironisnya, ketika kondisi fasilitas kesehatan yang kurang layak ini dipertanyakan, BPJS Kesehatan kerap menyatakan bahwa fasilitas tersebut bukan milik BPJS. Padahal, dalam sistem JKN, BPJS memiliki fungsi penting dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan yang bekerja sama dalam memberikan layanan kepada peserta.
Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa pengawasan terhadap standar pelayanan kesehatan belum berjalan maksimal.
Jika target UHC 96 persen ingin benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, maka peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan kesehatan harus berjalan seiring dengan peningkatan jumlah peserta.

BPJS Kesehatan Bengkulu di bawah kepemimpinan Syafrudin Imam Negara ini dinilai tanpa pengawasan yang serius dan konsisten, program jaminan kesehatan yang seharusnya menjadi harapan masyarakat justru berpotensi menghadirkan kekecewaan baru bagi para peserta JKN di Bengkulu.(red)

Gemasamudra.com, BENGKULU – Semangat Pemerintah daerah di Bengkulu untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) hingga 96 persen lebih patut diapresiasi. Namun di lapangan, kondisi pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) justru memunculkan ironi yang cukup memprihatinkan.

Baca Juga :   DPD MOI Kaur Resmi Dilantik, Bupati Dorong Media Profesional dan Berintegritas

Di sejumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti klinik pratama, bahkan di beberapa rumah sakit, masih ditemukan sarana dan prasarana yang dinilai belum layak bagi peserta JKN. Kondisi ruang pelayanan, keterbatasan fasilitas penunjang, hingga kenyamanan pasien menjadi sorotan masyarakat.

“Bangku yang kami duduk ini sudah goyang-goyang. Kadang juga duduk di luar, belum lagi plafon juga ada yang bocor pak,” ungkap ibu-ibu peserta JKN belum lama ini.

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik terkait peran BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu dalam melakukan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan yang menjadi mitra layanan JKN.
Alih-alih fokus pada pembenahan kualitas pelayanan, BPJS Kesehatan Bengkulu justru dinilai lebih sering menampilkan keberhasilan program yang dijalankan pemerintah daerah, khususnya terkait peningkatan kepesertaan BPJS.

Padahal, semangat yang dibangun oleh kepala daerah tidak hanya sekadar mengejar angka kepesertaan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan berkualitas.

Baca Juga :   Juara 1 lomba rebana HUT Kab Kaur ke 22, di raih PKK Kecamatan kaur Selatan.

“Program UHC bukan hanya soal berapa persen masyarakat yang terdaftar. Yang lebih penting adalah bagaimana pelayanan kesehatan itu benar-benar dirasakan masyarakat dengan fasilitas yang memadai,” ujar salah satu pengamat kebijakan kesehatan di Bengkulu.

Ironisnya, ketika kondisi fasilitas kesehatan yang kurang layak ini dipertanyakan, BPJS Kesehatan kerap menyatakan bahwa fasilitas tersebut bukan milik BPJS. Padahal, dalam sistem JKN, BPJS memiliki fungsi penting dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan yang bekerja sama dalam memberikan layanan kepada peserta.
Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa pengawasan terhadap standar pelayanan kesehatan belum berjalan maksimal.
Jika target UHC 96 persen ingin benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, maka peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan kesehatan harus berjalan seiring dengan peningkatan jumlah peserta.

BPJS Kesehatan Bengkulu di bawah kepemimpinan Syafrudin Imam Negara ini dinilai tanpa pengawasan yang serius dan konsisten, program jaminan kesehatan yang seharusnya menjadi harapan masyarakat justru berpotensi menghadirkan kekecewaan baru bagi para peserta JKN di Bengkulu.(red)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Muscam Golkar Dapil I Kabupaten Kaur Digelar, Gusril Pausi Ajak Kader Tetap Solid Hadapi Tantangan

28 September 2026 - 16:17 WIB

Diduga Retak Baru Tiga Bulan, Rehab Jembatan Desa

28 September 2026 - 10:18 WIB

Bhayangkari Kaur Semarakkan HKGB ke-74, Perkuat Silaturahmi dan Dukung UMKM

25 September 2026 - 16:36 WIB

Polsek Nasal Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Jembatan Desa Air Pahlawan

19 September 2026 - 12:45 WIB

Sidak DPMD Kaur, Banyak Perangkat Desa Bukit Makmur Tak Hadir Saat Jam Pelayanan

17 September 2026 - 13:32 WIB

Pemdes Padang Baru Gerak Nyata Dukung Kesehatan Balita dan Lansia

8 September 2026 - 11:12 WIB

Trending di kaur