Gemasamudra.com,Jakarta- Ada yang berbeda dari Sang Jenderal Bintang Dua Irjen Pol. Dr. Ike Edwin, M.H, Staf Ahli Bidang Sosial Politik Kapolri dalam menyambut kehadiran Mitrapol di ruang kerjanya, Kamis (9/3) kemarin.

Mantan Kapolda Lampung kelahiran Jakarta, 11 Desember 1961 yang tidak pernah tergantung kepada ajudannya, Dang Ike (sapaan akrab Ike Edwin-red) menyambut Mitrapol secara langsung dengan suasana humoris dan penuh canda tawa, bersama tamu-tamu yang lain berbaur.
Namun sangat mengejutkan, ternyata kesuksesan Dang Ike ternyata berkat didikan Ayah tercintanya, Muhammad Bunyamin Suhaimi. Sungguh sangat menginspirasi dan membuat luluh kami yang mendengarkan.
“Saya belajar dari Bapak saya, Bapak saya suka peduli terhadap orang penderita gangguan jiwa (gila), kalau melihat orang gila telanjang di prapatan lampu merah dipanggil, lalu dimandiin dan diberi makan jika orang gilanya mau, lalu saya disuruh ambilkan baju yang paling bagus dan baju untuk orang gila tersebut,” ujar Dang Ike.
Tidak hanya itu Dang Ike menuturkan pernah melihat orang tua berdagang jantung pisang dan tidak laku, lalu Ayahnya menghentikan mobilnya, dan berjalan kaki untuk membeli semua dagangannya. Kemudian dirinya diajak membawa dagangannya ke mobil lagi, lalu berjalan dan bertemu tukang becak dan lain-lain, dan menawarkan apakah mereka mau sayuran jantung pisang, lalu Ayah Ike Edwin membagikannya ke mereka yang mau menerima jantung pisang tersebut.
“Sejak kecil saya diajarkan peduli terhadap sesama dan Bapak mewariskan pesan bahwa rizky yang ada bukan milik kita itu adalah dari Allah SWT dan ada hak orang-orang di dalam rizky yang kita terima,” kenang Alumnus Akpol 1985 tersebut.
Berkat binaan Ayah nya tersebut, Dang Ike mengisahkan bahwa dirinya tidak pernah memperlakukan pembantu dirumahnya sebagai pembantu dan selalu memperkenalkan kepada tamunya sebagai saudara, bukan sebagai pembantu. “Makanya mantan pembantu saya pernah saya cari kenapa dia gak pernah silaturrahmi dan telepon saya, saya cari selama 40 tahun dan baru ketemu 2 bulan kemarin di Tangerang. Lalu saya tanya kenapa nggak pernah telepon saya?? karena saya takut saya ada salah dengan pembantu saya,” urai mantan Wakapolda Sulsel 2011 tersebut kala mengenang mantan pembantunya Bibi Jumiah.
Warisan Akhlak mulia ayahnya hingga melekat sampai sekarang bahkan ketika mengemban berbagai amanah dan jabatan dari Tuhan. Hal itu juga yang ditularkan kepada anaknya saat Dang Ike menyiapkan waktu setiap hari Sabtu pulang ke Lampung untuk memandikan Ibunda tercinta. “Saya setiap Sabtu pulang untuk memandikan Ibu saya, dan rutin pulang dari tugas sebagai Sahli Kapolri disini saya pulang dan saya mengajak anak saya untuk melihat, saya katakan nih Papa mandikan Nenek, nanti kalau Ayah sudah tua kamu akan merawat Ayah seperti ini atau akan meninggalkan Ayah??” tanya Ike Edwin kepada Anaknya saat menceritakan aktivitas pribadi diluar dinas sebagai Anggota Polri.
Oleh karenanya dirinya selalu menganggap bahwa jabatan tidak patut dibanggakan justru sebagai ujian apakah akan bisa Amanah dengan jabatan tersebut. “Apakah ketika saya menjadi Kapolda saya hebat?? apakah ketika jadi Gubernur itu harus disegani?, ditakuti?. Justru saya menganggap saya adalah pelayan masyarakat, saya bahkan menyebut saya Babunya masyarakat saya tidak segan disebut babu masyarakat makanya saat menjabat Kapolda Lampung saya siapkan setiap hari Kamis warga boleh menghadap saya dan mengadu apa saja untuk saya selesaikan kadang datang 40 orang kadang lebih banyak, cape juga tapi kan sudah tugas kita melayani warga dan program Kapolda Mendengar bahkan menjadi ajang masyarakat mengadu juga,” terang Mantan Kapolwiltabes Surabaya 2008 tersebut kepada Mitrapol.
Nama Ike Edwin kini disebut-sebut menjadi Calon Gubernur Lampung 2018 terkuat namun Dang Ike menegaskan tidak akan maju karena tidak ada izin dari Kapolri dan masih Aktif sebagai Perwira Tinggi (PATI) di Polri. Antusias warga Lampung memang sudah terlihat sejak Dang Ike dipindah tugaskan di Mabes Polri bahkan Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat mengharapkan bahwa Warga Lampung tak rela ditinggal Ike Edwin dan berharap Kapolri membatalkan SK mutasi Ike Edwin sebab hingga saat ini sosok Mantan Kapolda yang Low Profil tersebut sangat dirindukan masyarakat Lampung. (RM/Dbs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here