Listen to this article
Tulang Bawang Barat, – Silang Sengkarut keterangan tentang bantuan Buku Perpustakaan Yang Diterima Beberapa Sekolah Dasar Dprd kabupaten setempat berjanji akan menelusuri kebenaran nya.
Namun pihaknya meminta waktu untuk mempelajari hingga beberapa hari kedepan.dan akan turun Croscek kelapangan,
guna mendalami dugaan penyimpangan bantuan buku perpustakaan tersebut.
melalui komisi II Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Tulangbawang Barat.
Dijelaskan Salmani, Anggota komisi II Dprd Tubaba saat dimintai komentar,  Kamis 7 februari 2019 menegaskan.
” Kita akan pelajari  terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi,
dan  dalam waktu dekat ini segera  kita akan turun Croscek kelapangan, insya allah hari senin kita turun ke sekolah sekolah penerima bantuan, ” terangnya.
Diberitakan sebelumnya.
Proyek Pengadaan Buku di Dinas Pendidikan Tulang Bawang Barat Terindikasi Sarat Penyimpangan. Hal tersebut diungkapkan Wardi Saputra Ketua Forum Wartawan Media Harian Tubaba (FWMHTB) saat dikonfirmasi diruangan kerjanya,
Dirinya menuturkan, berdasarkan pantauan tim dilapangan (FWMTB-red) terdapat 40 Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Tubaba yang menerima bantuan tersebut. Namun, lanjutnya, terdapat kejanggalan dalam realisasinya.
“Kita Croschek kebawah,  kita datangi sekolah-sekolah. Kita tanya mengenai bantuan buku perpustakaan tersebut kepada Kepala Sekolah. Setelah kita tanya, mereka tidak memahami secara pasti bantuan buku tersebut,” jelasnya.
Pihak sekolah juga tidak mengetahui berapa jumlah buku perpustakaan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Tubaba, “Pihak Sekolah tidak memahami berapa jumlah bantuan tersebut. Malah, mereka mengakatan pihak Disdik lah yang lebih faham,” ujarnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, tambahnya, Ia dan seluruh rekan media yang tergabung didalam FWMTB mendatangi Disdikbun Tubaba untuk mempertanyakan hal tersebut. Saat dikonfirmasi, Disdikbun Tubaba Melalui Sekretaris Pendidikan dan Kebudayaan Tubaba Budiman Jaya didampingi Kasi Sapras Sapri mengakui jika benar bantuan tersebut memang dari Dinas Pendidikan Tubaba.
“Saat kami pertanyakan hal tersebut kepada Sekretaris dan Kasi Sapras, mereka memang mengakui. Namun anehnya, mereka hanya mengetahui setiap sekolah hanya mendapatkan 1 paket bantuan. Ini sangat lucu dan aneh, bagaimana bisa dinas yang memberikan bantuan, tapi gak tau berapa jumlahnya,” paparnya.
Indikasi terdapat masalah dalam pemberian bantuan buku tersebut dapat dilihat dari beberapa keterangan narasumber, sebab, saat tim mempertanyakan hal tersebut, pihak dinas seperti menutupi perihal bantuan buku perpustakaan tersebut.
“Jelas terlihat ada permainan disini, sebab, keterangan yang diberikan berbelit – belit dan tidak memberikan penjelasan yang pasti, seperti ada yang ditutupi dari awak media,” Pungkasnya. (Pauwari ).

 1 total views,  1 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here