Listen to this article

Gemasamudra.com – Wartawan Mohamad Rosidin Kordinator Wilayah Jawa Tengah dari harian media online Sigap88news.co.id, kembali menjadi Korban perlakuan diskriminasi  Oleh Para Oknum Polres Cilacap pada kamis 25 oktober 2018 Pukul 22:30 WIB. minggu lalu.

Tindakan oknum secara terang-terangan tidak terima adanya wartawan meliput kegiatanya, terkait dengan berita “di duga oknum polres cilacap culik remaja”.red.

kemarahan oknum tersebut karena kegiatanya di ketahui Wartawan  terkait dengan pengambilan remaja umur (19) tanpa sprin,  dan tanpa sepengetahuan orangtunya, tak rela diketahui oleh atasanya kapolres resot Cilacap sesui dengan yang di beritakan ” Di Duga Oknum Polres Cilacap Bertindak Seperti Preman” red
Dengan adanya peristiwa tersebut pada jumat 26 oktober 2018 sore, wartawan (korban) langsung menemui kapolres Cilacap, Konfirmasi terkait yang di lakukan anggotanya,  Kapolres meminta maaf atas peristiwa  yang di lakukan bawahanya dan mengungkapkan terimakasih atas masukanya.saat di temui di Pos Alun-Alun Cilacap beserta jajaranya.

Baca Juga :   Kain Tapis Lampung Sinergi ULaMM Dan Mekaar

Akibat dari pada perilaku para oknum tersebut istri wartawan (Korban) mengalami shok berat,  traumatik dan tidak berani tidur dirumah,  memilih pulang kerumah orang tua.
Dan perbuatan para oknum tersebut senin depan  05 November 2018, saya secara pribadi akan mengadukan atau melaporkan hal tersebut Secara Resmi kapada Kasi Propam resot polres Cilacap.

Atas kejadian tersebut saya juga di cemarkan nama baiknya di lingkungan, dan pelecehan terhadap keluarga besar saya, seperti orang tua sangat kaget mendengarnya kabar saya di gruduk kerumah oleh para oknum menggunakan kendaraan Dinas, pada malam hari, seolah saya berbuat kejahatan.

Baca Juga :   Pasal Gadaikan Surat Tanah Tanpa Izin, Horas Dilaporkan ke Polisi

Secara substansial perbuatan yang di lakukan para oknum tersebut terhadap saya,  jelas melanggar aturan dan jangan sampai perbuatanya di telorir, sesui dengan perundang undangan dan ketentuan hukum yang berlaku,  dimana setiap warga negara haknya di mata hukum sama keberadaanya.

Dan perbuatanya sudah perampasan hak terhadap profesi wartawan sesui dengan pasal 18 ayat 1 UUD No. 40. Tahun 1999, dimana setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan kebebasan pers di pidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak 500juta.

Baca Juga :   Komunitas METAL Lampung Kembali Distribusikan Wakaf Mushaf Al-Quran

Dan Hak (Pers) adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksankan kegiatan yang meliputi dari mencari,  memperoleh,  memiliki,  menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan,  suara,  gambar  serta yang lainya segala jenis saluran yang tersedia. (Red/*)

 1 total views,  1 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here