Tulang Bawang Barat-
Seorang wanita parubaya menghidupi ketiga anaknya  dan bertahan hidup  dengan cara menjual jasa Menggembala  ternak Kerbau milik Orang lain,
serta tidak jarang Pula Menerima Belas Kasihan Tetangga yang dengan suka rela berbagi sedikit rizqinya,  kesehariannya Tinggal Di Rumah Yang jauh dari kata Layak huni serta nyaris  Roboh,
Masunia,  Warga asal Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah  Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba),
Bersama ke tiga buah hatinya, hidup serba kekurangan,
akan tetapi tidak menyurutkan langkahnya agar buah hatinya dapat terus mengenyam pendidikan meskipun harus dengan segala kekurangan dan keterbatasan.
Disampaikan Masunia saat ditemui di kediaman nya, minggu 10 Februari 2019 menjelaskan,
“Sudah hampir 1 (satu) tahun di Tinggalkan Suami dan sekarang kehidupan kami ya begini adanya, saya tetap tidak pernah mengenal  kata menyerah untuk menyekolahkan anak-anak saya, namun terkadang saya merasa kewalahan apabila anak saya yang SMA sudah mengeluh untuk pembayaran sekolah di situ terkadang saya sedih ketika tidak ada uang.”ungkapnya,
Selain itu Dirinya menyampaikan,
Sedikit banyak nya merasa  terbantu oleh keluarganya yang ikut membiayai keseharian kebutuhan sekolah, juga biaya yang harus dikeluarkan demi anak nya yang duduk di bangku SMA,
“menjadi rasa haru  dan sedih yang teramat dalam mana kala terkadang ketika berangkat sekolah anak ku  tidak seperti anak pada umumnya , yang di bekali uang jajan dan uang bensin oleh orang tua nya,  untuk transportasinya ke sekolah terkadang dia nebeng temennya, “ucapnya.
Senanda di sampaikan Fitri Wulandari, anak pertama Masunia dari 3 (tiga) bersaudara, ia juga ikut membantu dalam menambahkan biaya dari sekolah ataupun uang makan sehari-hari mereka,
“keseharian saya seusai pulang sekolah saya sudah terbiasa membuat rajutan untuk tutup kue, tapi terkadang kalo ada yang pesen saya buat dan dapat uang ya walaupun gak seberapa, tapi kalo gak ada ya bantu-bantu ibu apa kek kerjaan yang penting bisa dapet uang buat bantu ibu menapkahkan saya dan adik-adik saya meski tidak besar hasil nya namun alhamdulilah bisa membantu ibu, adik saya yang pertaman Putra Sanjaya, kelas 6 (enam) SD yang ke dua Tiara Nusa dan masih kelas 3 (tiga) SD, “ucap fitri.
Tambah fitri, ia juga merasa bersyukur karna dalam biaya sekolah nya juga ikut di bantu oleh anak bibik nya yang bernama Abdullah, Seorang wiraswasta yang ikut membantu dalam membiaya sekolah fitri.
“Abdullah anak bibik saya, dia yang ikut membantu ibu dalam membiaya keseharian dan biaya sekolah saya meski dengan keadaan nya yang tidak seberapa punya tapi dia juga ikut dalam membiaya sekolah saya, sebenernya saya punya kendaraan motor peninggalan ayah saya namun kini sudah tidak bisa di pakai karna rusak, saya pernah menanyakan ke bengkel kata mereka rusaknya parah dah bisa menghabiskan biaya yang besar maka motor itu saya biarin aja buat makan aja susah apa lagi harus mengelurkan dana yang cukup besar,”eluh fitri.
Dan di balik keterpurukan rumah Masunia ibu fitri, yang tidak layak yang bertonggak kayu sebagai penyanggah untuk menahan agar tidak rubuh, dari pihak Pemerintah desa melalui RT sudah pernah datang dan akan membantu dalam perbaikan rumahnya,
“Sudah pernah datang dari pemerintah tiyuh melalui RT, kami di minta untuk mengumpulkan syarat-syarat untuk pendaptaran beda rumah, dan insha Allah bulan 4 (empat) ini akan di perbaiki.”jelas fitri,
Melihat keadaan keluarga yang begitu mengharapakan Belas Kasihan dari tetangga dan Mengasuh kerbau orang yang belum tentu hasil nya dan juga sesosok anak yang begitu mulia dalam ikut serta membantu ibunya untuk menapkahkan adik-adik nya dan membantu menyekolahkan mereka sangat menyentuh dan kami berharap kepada pemerintah daerah untuk bisa membantu Pendidikan dan memberikan bantuan kepada keluarga yang tidak mampu.”tungkasnya. (Pauwari ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here